Dugaan sementara ledakan terjadi karena tabung gas mengalami kebocoran dan kemudian menyambar api dari kompor minyak.
"Dugaan sementara akibat karena tabung gas elpij bocor dan selanjutnya gas menyebar memenuhi ruangan dan kemudian menyambar api dia kompor minyak yang ada di lokasi," ujar Kapolsek Banjarsari, Solo, Kompol Edison Pandjaitan, Senin (30/9/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengelola kantin, Sunardi, segera mencopot tabung gas yang bocor itu untuk diamankan dengan cara dimasukkan ke dalam ember berisi air.
Karena kompor gas tidak bisa difungsikan, adik Sunardi bernama Yuni yang juga ikut mengelola kantin tersebut kemudian menyalakan kompor minyak tanah dengan maksud untuk memenuhi kebutuhan memasak di kantin.
Pada saat itulah terjadi ledakan karena gas yang bocor sudah memenuhi ruangan dan kemudian menyamar api dari minyak tanah.
Terjadi ledakan hingga dua kali dengan suara yang cukup keras. Empat pekerja kantin mengalami luka bakar. Dua diantara yaitu Sunardi dan seorang karyawan bernama Sri mengalami luka bakar serius hingga mencapai 60 persen hingga 70 persen. Keduanya saat ini dirawat intensif di Ruang ICU RS Dr Oen, Solo.
Luka bakar ringan juga dialami oleh tiga mahasiswi yang saat itu sedang berada di kantin untuk makan siang. Namun karena luka yang diderita hanya luka bakar ringan, ketiganya hanya mendapat perawatan jalan saja.
"Ledakan tidak menimbulkan kebakaran bangunan karena segera bisa dipadamkan. Kami masih melakukan penyelidikan. Kami sudah mengamankan tabung gas elpiji yang bocor dan kompor minyak tanah," ujar Edison.
(mbr/fdn)











































