Rusuh di Thailand Selatan, Thaksin Batal Hadiri KTT APEC
Sabtu, 06 Nov 2004 13:29 WIB
Jakarta - Perdana Menteri (PM) Thailand membatalkan kunjungannya ke pertemuan puncak Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik atau KTT APEC di Chili, November ini. Pembatalan itu dikarenakan kekhawatiran akan meningkatnya kekerasan di wilayah Thai selatan.Demikian disampaikan pejabat-pejabat Thai, hari Sabtu ini seperti diberitakan kantor berita AFP, Sabtu (6/11/2004). Thaksin Shinawatra mengurungkan kepergiannya ke forum internasional itu seiring dengan berlanjutnya aksi pembunuhan di wilayah rusuh itu. Kekerasan terus berlangsung menyusul kematian lebih dari 80 warga Muslim di tangan aparat Thai pasca kerusuhan 12 hari yang lalu."Perdana Menteri tidak akan pergi ke Chili untuk menghadiri pertemuan puncak APEC (Asia-Pacific Economic Cooperation)," ujar Yongyut Tiyapirat, Sekjen untuk PM Thaksin kepada AFP.Thaksin semula dijadwalkan bertolak ke Chili pada 18 November mendatang. Namun rencana itu dibatalkan seiring dengan meningkatnya aksi kekerasan di Thai selatan. Sebaliknya, Thaksin akan melawat provinsi Narathiwat di Thailand selatan untuk memimpin pertemuan dengan pejabat-pejabat keamanan.Sebelumnya, pemimpin yang banyak dikritik atas kebijakan kerasnya menyangkut wilayah Thai selatan itu, mengungkapkan keyakinannya bahwa kekerasan di wilayah mayoritas Muslim tersebut akan meningkat. Thaksin juga menegaskan tidak akan melakukan negosiasi dengan separatis yang berjuang demi otonomi di wilayah Thailand selatan."Untuk para militan yang berpikiran bahwa dengan melancarkan lebih banyak kekerasan, pemerintah akan menyerah dan bernegosiasi dengan mereka, saya tidak akan menyerah," tandas Thaksin pada stasiun radio lokal.
(ita/)











































