Presiden Korsel Minta Bush Fokus ke Soal Nuklir Korut
Sabtu, 06 Nov 2004 12:23 WIB
Jakarta -
Presiden Korea Selatan (Korsel) Roh Moo-hyun menelepon Presiden AS George W Bush yang baru terpilih kembali. Pemimpin negeri Ginseng itu meminta Bush untuk memfokuskan penyelesaian krisis nuklir yang melibatkan Korea Utara (Korut) pada masa jabatan kedua ini.Kedua pemimpin akan mendapat kesempatan untuk membicarakan krisis nuklir Korut dalam pertemuan mereka di sela-sela forum Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik atau APEC di Chili, November ini. Bush setuju mengenai perlunya untuk melanjutkan kembali dialog multilateral yang kini terhenti mengenai program senjata nuklir Korut. Demikian disampaikan pihak kepresidenan Korsel, Blue House dalam sebuah statemen seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (6/11/2004)."Presiden Roh mengusulkan untuk menjadikan masalah nuklir Utara sebagai proyek bersama untuk diselesaikan dengan kerjasama erat dan meletakkan landasan untuk perdamaian di semenanjung Korea dan di dunia," demikian statemen istana mengenai percakapan Roh dengan Bush lewat telepon."Kedua pemimpin setuju untuk meningkatkan upaya-upaya untuk mengadakan pembicaraan enam pihak secepat mungkin," imbuhnya.Cina, Amerika Serikat, Korsel, Korut, Jepang dan Rusia telah sepakat pada Juni lalu untuk kembali menggelar pertemuan enam pihak putaran keempat pada September lalu. Namun dialog untuk menyelesaikan krisis nuklir Korut itu batal terlaksana karena adanya penolakan pejabat Korut untuk menghadiri pertemuan multinasional tersebut.
(ita/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































