Pagi ini, 539 TKI Tiba di Tanjung Priok

Pagi ini, 539 TKI Tiba di Tanjung Priok

- detikNews
Sabtu, 06 Nov 2004 12:03 WIB
Jakarta - Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Malaysia secara bergelombang telah tiba kembali di Indonesia. Sabtu (6/11/2004) pagi ini pukul 09.20 WIB sebanyak 539 TKI tiba di Tanjung Priok.Berdasarkan pantauan detikcom di pelabuhan kedatangan Tanjung Priok dari jumlah 539 orang TKI tersebut sebanyak 6 orang berasal dari Jakarta, Jawa Tengah 48 orang, Jawa Barat 14 orang, Padang 1 orang, Lampung 13 orang, Pontianak 2 orang, Sulawesi 4 orang, Jawa Timur, Lombok dan Madura sebanyak 447 orang.Selain itu terdapat pula 8 orang TKI yang menderita sakit dan segera dirawat di RS Koja yakni diantaranya 2 orang TKI mengalami patah tulang, 1 orang stress dan 2 orang ibu yang baru melahirkan. TKI Yang pulang ini adalah TKI yang dikirim oleh PJTKI PT Indosinma.TKI yang tiba oleh petugas pelabuhan langsung dibawa menuju ruang tunggu. Para TKI ini kemudian di data oleh petugas. Disamping diberi kesempatan istirahat para TKI juga diberi makanan ringan, air mineral dan nasi bungkus.Sementara itu, sebelum kedatangan para TKI tersebut Menneg Pemberdayaan Perempuan Meutia Farida Hatta berkunjung ke pelabuhan Tanjung Priok. Meutia tiba pukul 8.30 WIB untuk melihat kesiapan pelabuhan dan mengamati secara langsung kedatangan TKI.Dalam kesempatan itu, Meutia memberikan komentar tentang munculnya berbagai kasus yang menimpa TKI termasuk kasus penyanderaan beberapa waktu silam. Menurut Meutia, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Depnakertrans dan akan lebih memantau lagi TKI khususnya TKI perempuan untuk menghindari kejadian seperti sebelumnya.Hal ini, kata Meutia, dapat dilakukan dengan memperhatikan pendidikan TKI dan memberikan pelatihan seperlunya. Pihak pelabuhan juga diminta untuk tidak mempersulit TKI yang datang dan membantu proses pemulangan ke daerah masing-masing.Kapok ke MalaysiaDari pengalaman TKI yang di deportasi sebagaimana dituturkan Masykur yang berasal dari Lombok yang datang ke Malaysia 6 bulan lalu sebagai tukang bangunan. Pada Juni 2004 lalu dirinya ditangkap dan dipenjara oleh pihak kepolisian Malaysia karena tidak memiliki surat resmi."Saya kapok mas ke Malaysia, saya di penjara dan sempat di pukul bagian pinggul sebanyak dua kali," kata Masykur yang mengaku selama proses pemulangan ke Indonesia semuanya berjalan lancar.Kejadian kekerasan juga dialami Suprapto asal Banyuwangi yang datang ke Malaysia lima bulan lalu dan bekerja di tambang emas di Kuala Lipis datang dengan visa turis. Dipenjara selama 3 bulan dengan mengalami dua kali pukulan rotan yang dilakukan pengaman penjara.Menurutnya pertama kali ditangkap seluruh barang bawaan dilucuti pihak kepolisian Malaysia. Sedangkan selama perjalanan pulang ke Indonesia dirinya mengaku cukup lancar bahkan selalu diberi makan tiga kali sehari meski tidak ada pemeriksaan kesehatan.Pemandangan berbeda terjadi di pelabuhan pemberangkatan dimana sebanyak 111 TKI justru diberangkatkan ke Malayasia oleh PT Nusa Sinar Makmur. Menurut Suratin calon TKI asal Ponorogo (30) mereka berangkat ke Malaysia dengan visa kerja selama 2 tahun. Menurut Suratin, selama pengurusan keberangkatan dirinya harus membayar Rp 3,5 juta dan dijanjikan bekerja di perkebunan dengan gaji 18 ringgit per hari. ke-111 TKI ini diberangkatkan ke Malaysia pukul 11.00 WIB dengan kapal Samudera Jaya I. (san/)


Berita Terkait