Kecelakaan terjadi di traffic light pertigaan Bangak, Boyolali, Jumat (27/9/2013) petang. Bus PO Safari nopol H 1701 AB yang dikemudikan Sugiyanto dari arah Semarang terus melaju kencang ketika sampai di lokasi padahal saat itu lampu sedang menyala merah dan banyak kendaraan lain yang berhenti di depannya. Karenanya, bus secara beruntun menabrak lima sepeda motor dan dua mobil yang sedang berhenti di depannya.
“Saya injak remnya tidak berfungsi. Padahal di depannya banyak kendaraan berhenti. Saya kemudian ambil inisiatif cepat menghindari banyak korban dengan banting setir ke kanan menabrak dan naik ke median jalan. Sebab kalau saya banting setir ke kiri, banyak sepeda motor sehingga akan timbul banyak korban,” jelas Sugiyanto di lokasi kejadian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan kendaraan lain yang ditabrak bus naas itu adalah satu unit truk bermuatan asbes, dan sebuah mobil Kijang Innova. Muatan asbes dari truk yang ditabrak juga banyak yang pecah dan berserakan di jalan. Arus lalu-lintas di jalan utama Solo-Semarang tersebut, terutama yang dari arah Semarang menuju Solo, sempat tersendat karena kejadian itu.
"Saat kecelakaan tadi di dalam bus hanya ada saya, kernet dan seorang montir. Kami memang tidak mengangkut penumpang karena bus tersbut baru saja kami ambil dari bengkel untuk turun mesin," lanjut Sugiyanto. Lelaki asal Desa Palur, Mojoloaban, Sukoharjo, itupun selanjutnya diperiksa polisi untuk dimintai keterangan.
(mbr/tor)











































