Kapolda Jateng: Pelaku Bukan Teroris, Tapi Orang yang Benci Polisi

Peledakan Pos Polisi

Kapolda Jateng: Pelaku Bukan Teroris, Tapi Orang yang Benci Polisi

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 27 Sep 2013 16:11 WIB
Kapolda Jateng: Pelaku Bukan Teroris, Tapi Orang yang Benci Polisi
Bentuk benda yang meledak di Pos Polisi Kaligawe Semarang (Dok Detikcom)
Semarang - Peledakan di pos lalu lintas ujung tol Kaligawe Semarang merupakan aksi teror. Belum ada indikasi pelaku berasal dari jaringan teroris yang sedang diburu oleh Densus Antiteror 88.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Dwi Priyatno mengatakan peledakan di pos polisi berbeda dibanding yang biasa dilakukan jaringan teroris. Pelakunya bukan seorang profesional, hanya tidak suka dengan polisi.

"Prinsipnya aksi teror, tapi lebih jelasnya setelah penangkapan. Dari modus operandi, pelaku tidak profesional, mungkin orang yang benci polisi saja," kata Dwi di Mapolda Jateng, Jalan Pahlawan, Semarang, Jumat (27/9/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Polisi sudah menyebar sketsa wajah pria terduga pelaku yang terekam CCTV di pos polisi tersebut. Pria yang diduga meletakkan peledak itu berusia sekitar 20 tahun, memiliki ciri-ciri bentuk muka lonjong, warna kulit sawo matang, rambut pendek hitam lurus, dan tinggi sekitar 168 cm. Bentuk telinga segitiga, dagu tajam, dan hidung lurus. Ciri-ciri khusus lainnya yaitu bentuk tubuh kurus dan mengenakan kemeja warna terang.

Hingga saat ini, pria tersebut belum tertangkap dan pihak kepolisian masih terus melakukan pencarian. Dwi menambahkan, pihaknya berkoordinasi dengan Densus 88 untuk mengungkap kasus tersebut.

"Kami dalam pengungkapan kasus koordinasi dengan Densus. Yang kami curigai masih dicari, tapi sampai sekarang belum ketemu. Kemungkinan besar tidak ada jaringan teroris, tapi tetap aksi teror," jelas Dwi.

"Tim kami terus bekerja untuk mengungkapnya," imbuhnya.

Peledakkan terjadi pada Senin, 16 September 2013 lalu. Dalam rekaman CCTV yang berada di sebelah Barat pos, terlihat pria berkemeja terang berjalan menuju lokasi sumber ledakan pukul 19.04 WIB. Ia berjalan dengan tenang dan sesekali melihat ke arah pos. Beberapa saat kemudian ia kembali melintas di depan CCTV meninggalkan lokasi. Lalu pada pukul 19.40 WIB, ledakan disertai percikan api terjadi.

Selain itu, CCTV lain yang diletakkan di atas pos merekam pengendara motor yang berhenti lalu pergi beberapa saat sebelum kejadian. Dari hasil penyelidikan dan barang bukti yang dikumpulkan di lokasi kejadian, peledak berjenis low explosive dan diperkirakan berbentuk tabung dengan sumbu. Bahan peledak mengandung klorat dan sulfur.

(alg/trw)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads