Kisah Endin Mengadu Nasib di Masjidil Haram: Bekerja Sekaligus Beribadah

Laporan dari Arab Saudi

Kisah Endin Mengadu Nasib di Masjidil Haram: Bekerja Sekaligus Beribadah

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Jumat, 27 Sep 2013 12:34 WIB
Kisah Endin Mengadu Nasib di Masjidil Haram: Bekerja Sekaligus Beribadah
Endin
Makkah - Di mana ada kemauan, di sana ada jalan. Itulah tekad kuat Endin Wahyudin (25) mencari sesuap nasi di Tanah Suci.

Perjuangan Endin mengejar impian membuahkan hasil. Pria asal Banten itu kini bekerja sebagai petugas kebersihan di Masjidil Haram, Makkah. Saat ini jutaan calon jamaah haji mulai membanjiri masjid terbesar di dunia itu.

"Saya dikontrak bekerja 2 tahun dan sudah berjalan 1 tahun 6 bulan bekerja. Meski saya hanya lulusan SD, saya yakin di mana ada kemauan pasti ada jalan," kata Endin saat ditemui di Masjidil Haram, pada Kamis 26 September 2013.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Endin menceritakan setiap hari bekerja selama 8 jam dan dibagi menjadi 3 shift. "Alhamdulillah bisa mengirim uang untuk keluarga," ujar Endin yang memakai seragam warna hijau itu.

Selama di perantauan, Endin juga mengalami suka dan duka. "Saya bersyukur bisa bekerja sambil ibadah. Saya sudah 1 kali haji dan setiap libur saya berangkat umrah dan thawaf sunah," kata Endin.

Di sela-sela bertugas, Endin berupaya semaksimal mungkin turut membantu jamaah haji Indonesia yang tersesat dan terlepas dari rombongan. "Saya coba membantu menunjukkan arah pintu-pintu yang jamaah haji tuju," kata dia.

Pengalaman serupa juga disampaikan Rafei (31) yang bekerja di gudang reparasi peralatan-peralatan yang rusak di Masjidil Haram.

"Saya baru 9 bulan bekerja dan tinggal di mess gratis," kata pria yang mengenakan seragam biru tua itu.

"Di sela tugas, saya berusaha membantu jamaah haji Indonesia yang tersesat arah.  Mereka kan saudara setanah air apalagi kebanyakan yang tersesat sudah uzur, kasihan. Saya jadi ingat  orang tua di kampung," kata Rafei.

Kadaker Makkah Arsyad Hidayat tidak kenal lelah bahkan turun langsung meminta agar warga Indonesia yang bekerja di areal Masjidil Haram ikut berpartisipasi membantu menunjukkan arah jalan bagi jamaah tersesat.

Dengan begitu, jamaah tersesat bisa segera terbantu dan kembali ke pemondokan.

(aan/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini