Calon Dirjen Pemasyarakatan (PAS) Gunarso ditanya soal pola efektif inspeksi mendadak di Lapas. Gunarso yang juga inspektur Wilayah I Kemenkum HAM ini mengakui sidak akan sia-sia bila pintu gerbang Lapas lama dibuka.
"1 Menit, 2 menit waktu sidak barbuk bisa hilang nggak?" tanya Denny kepada Gunarso dalam tes wawancara calon Dirjen PAS di Kemenkum HAM, Jakarta, Jumat (27/9/2013).
"Bisa Pak," jawab Gunarso.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bapak mau menangkap napi terkait narkoba karena itu waktunya malam sebetulnya tidak bisa masuk begitu saja karena ada prosedur," tuturnya.
Denny mengaku maklum bila ada petugas jaga yang tidak mengenal dirinya. Tapi kepada Gunarso, Denny menegaskan sidak harus dilakukan secepat mungkin untuk mendapatkan hasil optimal.
"Tadi bapak katakan kalau datang ada prosedur. Yang saya lakukan di Pekanbaru kata bapak operasi. Operasi nunggu 5 menit barbuknya hilang Pak," kata Denny.
Dalam tanya jawab, Denny banyak menggali kinerja Gunarso saat menjadi Kepala LP Kalianda pada tahun 2007. Urusan pungli hingga gratifikasi menjadi pertanyaan utama yang diajukan.
"Ada pegawai yang menyewakan HP 2 orang, ketika saya tangkap ternyata ini punya petugas," kata Gunarso.
Gunarso menegaskan tidak ada kasus penemuan narkoba ataupun jual beli fasilitas bagi narapidana.
"Petugas yang bawa HP ada pungli?" lanjut Denny. "Mereka menyewakan ada punglinya," sebut Gunarso.
Selain soal LP, Denny menanyakan keseharian Gunarso, termasuk kepemilikan mobil dan mobil dinas. Lewat tanya jawab, Denny ingin mengetahui 'penyimpangan' penggunaan fasilitas dinas untuk keperluan pribadi.
Gunarso mengaku banyak menerima undangan resepsi ketika bertugas di Kalianda. Awalnya dia mengaku menggunakan mobil pribadi untuk datang ke resepsi meski memiliki mobil dinas.
"Pernah gunakan mobil dinas ke undangan?" tanya Denny. "Kadang-kadang tapi lebih sering mobil pribadi dengan keluarga," ujar Gunarso.
(fdn/mok)











































