Keterangan yang diperoleh detikcom menyebutkan, para penghuni LP yang kabur itu diketahui bernama Asrul Bahri (41) napi narkoba asal Desa Meunasah Mesjid, Kecamatan Muara Dua Lhokseumawe kabur pada 2 September 2013. Sedangkan Nazarudin (48) napi narkoba asal Desa Cot Tunong Kecamatan Gandapura, Bireuen. Nazaruddin kabur pada 24 September 2013.
"Iya benar ada dua narapidana Lapas kelas IIA berhasil kabur dengan waktu yang berbeda. Hingga kini petugas masih mencari kedua napi tersebut,” kata Kepala LP Kelas IIA Lhokseumawe, Muhammad Drais Sidik kepada detikcom, Kamis (26/9/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan napi Asrul selama ini mendapat keringanan untuk membantu sipir di luar penjara karena berkelakuan baik dan menjalani masa hukuman dua pertiga dari tujuh tahun masa hukuman. Asrul kabur pada 2 sepetember lalu tanpa sepengetahuan petugas lapas.
“Terkait kasus ini, napi tersebut sudah dinyatakan DPO dan kita telah kordinasi dengan pihak kepolisian Lhokseumawe untuk membantu dalam pengejaran napi itu. Diharapkan narapidana yang kabur ini berhasil ditangkap kembali,” sebutnya.
Ia menambahkan, petugas juga telah mendatangi rumah keluarganya kedua napi tersebut untuk meminta supaya segera kembali ke LP. Apalagi Asrul sedang dalam pengurusan program pembebasan bersyarat (PB). Berdasarkan catatan petugas, karena selama berkelakukan baik, Asrul dipercayakan untuk membantu sipir diluar dan Nazaruddin membantu petugas di dapur.
“Tapi setelah diberi cuti dan menjadi tahanan pendamping malah mereka kabur. Kita harapkan mereka mau kembali ke LP,” tutup Drais.
(ega/ega)










































