"Jadi sampah yang berhasil terjaring itu setiap harinya diangkut, kemudian dipilah dan dijadikan biogas atau kompos," ujar Asisten Intelejen Kopassus, Letkol Richard di Markasnya, Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (26/9/2013).
Meski baru dipasang di satu titik sungai Ciliwung yang melewati Markas Kopassus, jaring apung ini cukup efektif mengurangi sampah. Proses pembuatannya pun mudah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proses daur ulang sampah melibatkan masyarakat sekitar. Biogas ataupun kompos yang terjual digunakan untuk menggaji masyarakat yang terlibat.
"Kopassus tidak mengambil sepeserpun dari penjualan tersebut, semuanya untuk penghasilan masyarakat tersebut," imbuhnya.
Supervisor 'green, clean, and healthy' ini juga menjabarkan detail program tersebut. Green, merupakan program penghijauan yang dilakukan Kopassus dan masyarakat di lingkungan kompleks Kopassus setiap hari Jumat.
"Kemudian Clean, itu kami bersih-bersih lingkungan setiap hari Sabtu. Dan Healthy, itu kami melakukan senam bersama dan car free day di sepanjang kompleks," paparnya.
(/)











































