Aksi ini dilakukan sekitar 20 mahasiswa di depan gerbang proyek, Jl Jatinegara Timur, Jakarta Timur, Rabu (25/9/2013). Tidak cuma berdemo, mereka juga merobohkan pintu gerbang dan membakar tripleks sebagai wujud kekesalan.
"Gara-gara proyek itu, debu-debu beterbangan. Suara bising terdengar, padahal itu dilaksanakan saat jam kuliah," kata anggota BEM Azzahra, Ubaidillah, di lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Universitas Azzahra terletak tepat di samping proyek ini. Akibatnya debu bekas proyek pun beterbangan ke kampus itu.
"Kita ingin menemui mandornya, mandornya pun tidak ada. Dan dari pihak kontraktor tidak ada respons sama sekali, jadi kami spontan merobohkan pagar dan bakar tripleks," tutur Ubaidillah.
Sementara itu, saat ditemui secara terpisah, koordinator pembongkaran gedung, Asep DW, berjanji akan mengantisipasi soal bising dan debu.
"Ke depannya nanti kontraktor antisipasi penutupan pakai jaring atau terpal supaya debu tidak terbangan," janjinya.
(mok/nrl)










































