Pemprov Riau dan Dumai Terlantarkan Ratusan TKI
Jumat, 05 Nov 2004 16:15 WIB
Pekanbaru - Pemerintah Provinsi Riau dan Pemko Dumai tampaknya tidak perduli dengan perintah Presiden SBY agar segera memulangkan TKI ke daerah asal masing-masing. Hingga kini ratusan TKI sengaja ditelantarkan Pemprov Riau dan Dumai sebagai "sandera" untuk minta dana bantuan dari pusat.Jumat (5/11/2004) sekitar 200 TKI ilegal kembali ke Tanah Air lewat pelabuhan Pelindo di Dumai, terpaut 200 km arah utara dari Pekanbaru. Mereka tiba sekitar pukul 10.30 WIB. Biasaya paling lama mereka hanya boleh singgah di Dumai beberapa jam saja untuk keperluan membeli tiket bus.Tapi kali ini, 200 orang TKI itu, kembali menambah jumlah orang yang ditelantarkan Pemerintah Provinsi Riau dan Pemko Dumai. Sebelumnya, 450 orang TKI sudah dua hari menginap di tempat penampungan di eks gedung DPRD Dumai. Dengan demikian TKI yang ditelantaran terus bertambah menjadi 650 orang."Kami tidak bisa pulang. Jangankan buat ongkos, makan saja kami susah. Dari Malaysia, kami tidak terima gaji. Ini juga bingung kami sudah tiga hari ini ditelantarkan Pemerintah Provinsi Riau dan Pemko Dumai. Padahal di depan Pak SBY mereka janji mau memulangkan kami. Tapi cuma omong kosong saja," keluh Hermanto yang telah tiga hari ditelantarkan.Sudalah ditelantarkan, masih menurut pengakuan sejumlah TKI, mereka hanya dibantu dana makan sekali dalam sehari. Selebihnya mereka diminta untuk patungan dari dana yang tersisa di kantong teman-teman mereka. "Kami cuma diberi makan pada siang hari saja. Kalau malam kadang ada, kadang juga tidak," kata Irmayanti, TKI asal Kayu Agung Sumatera Selatan.Anehnya lagi, apabila TKI terus meminta dana makan kepada pihak petugas yang berjaga di tempat penampungan, mereka malah kena marah. Padahal, TKI itu benar-benar lapar dan tidak sanggup untuk membeli nasi bungkus. "Kalau kita minta makan, pasti mereka marah," kata Arman, TKI lainnya.Tidak sekadar marah, kadang pihak petugas justru bicara berbau SARA. Pihak aparat Pemko Dumai, hingga saat ini memang belum terlihat ikhlas daerahnya dijadikan transit pemulangan TKI."Kalian ini kalau punya duit dari Malaysia pasti dikirim ke kampung. Giliran tak ada duit dipulangkan lewat Dumai. Apa sih maunya kalian? Jangan selalu nuntut minta uang makan sama kami, dikasih pulang lewat Dumai saja sudah syukur kami terima," kata Arman, menuturkan ungkapan petugas.Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Dumai, Syafrizal Bakar membenarkan adanya ratusan TKI yang masih ngendon di Dumai. "Tapi jumlahnya hanya sekitar 150 orang. Kami bukan menelantarkan TKI, yang ada hanya penunda pemulangan saja karena kita tidak punya uang," aku Syafrizal.Menurutnya, pihak Pemko Dumai tengah berkoordinasi ke pemerintah pusat soal dana pemulangan TKI tersebut. Sebab, hingga saat ini dana bantuan dari pusat belum juga diterima pemerintah daerah. "Kalau terus menerus menggunakan dana kami sendiri mana mungkin kita bisa menanggulanginya. Apalagi saban hari TKI terus berpulangan dari Malaysia. Jelas kita tidak sanggub membiayai kebutuhan makan dan transportasi mereka," kata Syafrizal.
(nrl/)











































