Presiden Hargai Putusan Komisi I DPR Soal Panglima TNI
Jumat, 05 Nov 2004 15:08 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghargai keputusan Komisi I DPR yang menyerahkan masalah pergantian Panglima TNI kepada presiden. Diharapkan untuk selanjutnya DPR dan presiden saling menghargai hak- masing-masing.Hal ini disampaikan Juru Bicara Kepresiden Andi Mallarangeng menanggapi hasil rapat Komisi I DPR yang menyerahkan pergantian Panglima TNI kepada Presiden SBY."Itu sewajarnya terjadi. Bahwa masalah pengangkatan Panglima TNI itu hak prerogratif presiden. Kita menghargai putusan parlemen," kata Mallarangeng kepada wartawan di Kantor Presiden, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (5/11/2004).Dijelaskan Mallarangeng, sampai saat ini presiden belum mencalonkan siapa-siapa untuk menjadi Panglima TNI untuk menggantikan Jenderal Endriartono Sutarto. "Misalnya Pak Ryamizard Ryacudu atau calon yang lain. Kita belum tahu. Itu wewenang presiden setelah melakukan konsolidasi pemerintahan. Pergantian itu saya kira tidak akan terlalu lama," katanya.Ditanya kapan pergantian dilakukan, lagi-lagi Mallarangeng mengaku belum tahu. "Belum tahu. Tapi presiden menghargai keputusan dan hak-hak dewan. Dan menyambut baik kalau dewan juga menghargai hak-hak presiden. Kita berharap DPR dan presiden saling menghargai."
(gtp/)











































