"13 orang Lebanon dengan 2 diantaranya anak-anak, 2 orang Liberia, dan 1 orang Saudi Arabia," ujar Kapolsek Cempaka Putih, Kompol Fitria Mega, kepada wartawan (23/9/2013).
Fitria menduga negara tujuan para imigran tersebut adalah Australia. Mereka masuk ke Indonesia secara legal dengan menggunakan visa kunjungan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Motifnya ada yang nyiapin tempat untuk transit, ada yang mengurus itu," ungkap Fitria.
Saat ini para imigran gelap tersebut telah diserahkan ke Kantor Imigrasi Jakarta Pusat. Kemungkinan mereka akan dideportasi ke negara asalnya.
Sementara itu, polisi masih menyelidiki siapa pemilik 7 unit kamar yang dihuni oleh para imigran gelap ini.
"Pemilik kamar atas nama siapa masih kita selidiki," jelas Fitria.
Keenam belas imigran gelap yang terjaring tersebut adalah Alafaj Faisal Mohammed dari Saudi Arabia, Bohn Amos dan Samira Gorma dari Liberia.
Sementara 14 orang lainnya berasal dari Lebanon, yaitu Moh Abed El Latif, Faraj Mheich,Khoder Darwish, Nasreddine El Youssef, Manal Hamze, Aida Awad, Radwan Hamad, Amad Hamad, Ibrahim Al Achyar, Abdul Rahman Issa, Ali Hasan, Haja Aya dan Haja Doa yang merupakan dua anak kecil kembar.
(/)











































