Tarto-Ryamizard Makin Kompak

Tarto-Ryamizard Makin Kompak

- detikNews
Jumat, 05 Nov 2004 13:21 WIB
Bandung - Meski soal suksesi panglima TNI dibahas berlarut-larut Komisi I DPR, namun KSAD Jenderal Ryamizard Ryacudu yang dicalonkan sebagai panglima TNI, tetap kompak dengan Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto. Setelah Komisi I DPR melunak, Tarto dan Ryamizard makin kompak saja. Meski nama Tarto dan Ryamizard diributkan oleh Komisi I DPR - bentukan Koalisi Kebangsaan - namun, hal itu tidak membuat keduanya pecah. Padahal, Komisi I sempat tidak mengakui Tarto sebagai panglima TNI dan menganggap Ryamizard sebagai panglima TNI secara de jure. Namun, Komisi I DPR sudah menyerahkan soal suksesi panglima TNI ini kepada presiden. Jumat (5/11/2004), kedua jenderal bintang empat itu sama-sama melakukan aktivitas di Bandung. Ryamizard Ryacudu sebagai KSAD memimpin sertijab Komandan Kodiklat dari Letjen TNI HadiWaluyo kepada penggantinya Mayjen TNI Cornel Simbolon di Bandung. Selain itu, Ryamizard juga mengadakan kunjungan ke Pusat Pendidikan Polisi Militer (Pusdik POM) TNI AD di Cimahi.Sedangkan Endriartono Sutarto memimpin langsung upacara penutupan sekaligus 'wisuda' 83 Perwira Siswa Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI di tempat terpisah. "TNI itu masih solid. Tidak terpengaruh dengan politik-politikan itu, dan kami tetap melakukan tugas seperti biasa," kata Tarto.Soal hubungannya dengan JRyamizard, menurut Tarto, tidak ada persoalan. "Tadi kami telepon-teleponan. Beliau kan ke Kodiklat. Saya ke Sesko TNI di sini," kata Jenderal Endriartono lagi.Selain itu, kata Tarto, dirinya dan Ryamizard juga akan bersama-sama berkunjung ke Lembah Tidar, Magelang pada Sabtu (6/11/2004). "Besok, saya dan Pak Ryamizard ke Magelang bareng," katanya.Sebelumnya kekompakan antara Tarto dan Ryamizard terlihat saat Ryamizard tidak menghadiri undangan Komisi I DPR untuk dilakukan fit and proper test sebagai calon panglima TNI, Kamis (4/11/2004) kemarin. Ryamizard mengaku tidak hadir karena tidak ada penugasan dari panglima TNI dan sesuai petunjuk presiden. (/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads