TNI akan Ubah Kurikulum Pendidikan Sesko
Jumat, 05 Nov 2004 13:00 WIB
Bandung - TNI akan mengubah lagi kurikulum pendidikannya. Jika sebelumnya di dalam Kursus Reguler (Susreg) yang diikuti siswa berpangkat perwira menengah dari letnan kolonel (letkol) dan kolonel, nantinya hanya siswa berpangkat kolonel yang bisa mengikutinya."Muatan pendidikannya juga akan lebih bersifat strategi. Sedangkan teknis operasional akan dikurangi, dan ditempatkan dalam kursus atau pendidikan tersendiri," tutur Panglima TNI Jenderal TNI Endriartono Sutarto kepada pers, usai menutup Kursus Reguler angkatan ke-31 Sekolah Staf dan Komando (Sesko TNI) di Bandung, Jumat (5/11/2004).Rencananya, pendidikan Susreg itu nantinya akan dipecah menjadi dua. Susreg yang biasanya dilaksanakan dalam tempo 8-9 bulan, nantinya hanya akan dijalankan selama 6 bulan. Sedangkan pemisahan pendidikan teknis, terutama yang bersifat Operasi Gabungan, akan diletakkan dalam kursus tersendiri yang jangka waktunya sekitar 2 bulan. "Yang ikut Kursus Operasi Gabungan ini nantinya yang berpangkat Letkol,tutur Panglima lagi.Pemisahan ini, menurutnya, perlu agar pendidikan yang diikuti para perwira menengah berpangkat kolonel di dalam Susreg bisa lebih mendalam dalam aspek strategi. "Untuk bisa membahas strategi, tentunya penguasaan teknisnya juga sudah harus baik. Itu akan diberikan saat berpangkat letkol," tambahnya.Pendidikan untuk Operasi Gabungan menurutnya sangat perlu, mengingat kekuatan TNI sendiri merupakan gabungan dari 3 angkatan yang ada.Seperti diketahui, pendidikan di lingkungan TNI dibeirkan berjenjang sesuai dengan kepangkatan, mulai dari tamtama, bintara, perwira pertama, perwira menengah hingga ke perwira tinggi. Selain itu juga ada pendidikan teknis kecabangan lainnya.
(nrl/)











































