Rumah yang didominasi warna krem itu berada di Jl. Bangun Cipta Sarana Gang L Kelurahan Pegangsaan II, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dari dalam rumah terdengar lantunan Surat Yasin. Ibunda Salsabila tampak tak kuat menahan haru, sesekali dia berteriak histeris meratapi nasib anaknya.
Sejumlah teman Salsabila baik laki-laki maupun perempuan terlihat berada di rumah tersebut. Sejumlah teman perempuan remaja yang baru lulus SMK itu menangis sambil memandangi jenazah Salsabila yang sudah dikafani dan siap disalatkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Supriyono mengatakan, jenazah tiba di rumah duka pukul 15.00 WIB. Kemudian langsung disemayamkan lalu dikuburkan.
Supriyono kaget anak kedua dari tiga bersaudara ini meninggal dengan tragis. Padahal baru saja putrinya itu merayakan ulang tahun ke-17 pada 16 September. Supriyono mengenang Salsabila sebagai anak yang baik dan sopan serta tidak macam-macam.
"Anaknya baik, sopan, temannya juga banyak, ini buktinya banyak temannya yang datang. Dia bilang dia mau kuliah juga tapi yah...," ucap Supriyono nada sedih.
Salsabila merupakan salah satu dari dua korban tewas tabrakan maut di Senayan akibat 'amukan' Altis yang melaju kencang . Korban lainnya adalah Fikri (21), seorang mahasiswa yang juga merupakan sahabatnya. Keduanya tewas saat sedang makan otak-otak di pinggir jalan di kawasan Patung Panahan, tak jauh dari GBK Senayan. Sedang rekan mereka lainnya, Frans Januar (19), sempat terlempar dan pingsan.Β
(slm/nrl)










































