Awalnya diduga korban tewas akibat kecelakaan itu adalah pedagang otak-otak. Dugaan ini muncul karena terdapat ceceran daun-daun untuk pembungkus otak-otak di lokasi kecelakaan. Selain itu juga terdapat rambut dan juga ceceran sambal kacang bumbu penganan itu di dalam mobil Toyota Altis bernopol B 1469 NBB mobil yang diduga memicu kecelakaan maut tersebut.
Polisi merilis, Fikri adalah warga Kemayoran, Jakarta Pusat. Namun berdasar informasi yang dikumpulkan detikcom, keluarga Fikri menetap di Bekasi. Saat kejadian kecelakaan maut itu, Fikri sedang menyantap otak-otak.
Pedagang otak-otak yang dagangannya dibeli Fikri, terluka. Sepeda dan gerobak dagangannya dibawa polisi ke kantor Polisi Laka Lantas di Pancoran, Jakarta Selatan.
Kawasan Patung Panahan merupakan daerah yang ramai dikunjungi muda-mudi saat malam Minggu. Biasanya para remaja kongkow sambil makan di pedagang pinggir jalan sembari membawa kendaraan mereka. Diduga kecelakaan ini terjadi akibat Toyota Altis itu menabrak kerumunan orang yang sedang melewatkan pergantian hari.
Tabrakan pengemudi Altis menyebabkan 3 mobil lainnya rusak yaitu Vios, Mercy, dan Accord. Sedangkan korban tewas lainnya adalah gadis berusia 17 tahun.
(nal/nrl)











































