Tiga Tentara Inggris Tewas di Irak
Jumat, 05 Nov 2004 09:47 WIB
Jakarta - Tentara pendudukan kembali menjadi korban serangan kelompok perlawanan Irak. Kali ini yang menjadi korban adalah tiga tentara Inggris. Ketiganya tewas saat mendapat serangan di sebuah pos pemeriksaan di Irak tengah, Kamis (4/11/2004) waktu setempat.Dilaporkan kantor berita The Associated Press, Jumat (5/11/2004), serangan itu juga melukai delapan tentara lainnnya yang dikirim ke kawasan penuh bahaya itu untuk membebaskan tiga tentara Amerika Serikat yang disandera kelompok militan di Fallujah.Tentara AS menyerbu Fallujah dengan serangan udara dan pasukan artileri. Serangan ini untuk melemahkan pasukan militan. Selama serangan itu, menurut kesaksian penduduk setempat, sering terdengar teriakan "Allahu akbar" melalui pengeras suara.Tiga tentara Inggris yang tewas itu berasal dari resimen The Black Watch, yang bergerak bulan lalu dari daerah yang relatif tenang di selatan Irak ke daerah yang berbahaya di selatan Baghdad.Menurut pejabat pasukan Inggris, seorang penerjemah Irak juga tewas dalam serangan itu. Sementara Menteri Pasukan Bersenjata Inggris, Adam Ingram, di London, menyatakan serangan itu merupakan bom bunuh diri dari kendaraan yang melewati pos pemeriksaan tentara Inggris bersamaan dengan terjadinya serangan mortir ke tempat itu.
(gtp/)











































