Gagalkan Perampokan, Satpam Sekolah Milik Amien Rais Dibacok

Gagalkan Perampokan, Satpam Sekolah Milik Amien Rais Dibacok

Bagus Kurniawan - detikNews
Jumat, 20 Sep 2013 19:10 WIB
Yogyakarta, - Sekolah Budi Mulia Dua (BMD) milik Amien Rais disatroni maling. Kawanan maling tersebut sempat melukai dan melumpuhkan satpam. Namun maling tersebut belum sempat menggondol barang-barang berharga di sekolah.

Percobaan pencurian terjadi pada hari Jumat (20/9/2013) dinihari. Kompleks sekolah BMD yang merupakan SMP-SMA Internasional itu terletak di Dusun Kepanjen Desa Wedomartani Kecamatan Ngemplak Sleman.

Percobaan pencurian terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Kompleks sekolah seluas hampir 3 hektar itu hanya dijaga 3 orang satpam. Ketiga orang satpam yang piket malam adalah Fajar Irianto, Haryono, dan Mujiyanto. Saat itu ketiganya sedang beristirahat di pos.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelaku yang diperkirakan berjumlah empat orang dengan membawa senjata tajam jenis golok. Pelaku sempat membacok salah seorang satpam dan kemudian kabur ketika korban berteriak minta tolong.

Panit Reskrim Polsek Ngemplak, Aiptu Bambang Widyatmoko di Mapolsek mengatakan, para pelaku masuk dengan cara melompat pagar belakang sekolah yang tergolong sepi. Setelah masuk, mereka melumpuhkan dua orang satpam, Fajar Irianto dan Haryono yang berada di bagian belakang kompleks.

"Pelaku langsung menodongkan golok kepada korban, kemudian, mulut dan mata korban ditutup menggunakan lakban," katanya.

Korban Fajar yang takut diancam tersebut kata Bambang langsung dibawa ke luar komplek. Badannya diikatkan ke sebuah pohon. Sementara, Hariyono diikat dan disekap di sebuah ruangan sekolah.

"Handphone kedua korban diambil," katanya.

Menurut Bambang, setelah berhasil melumpuhkan keduanya, pelaku pergi ke pos satpam bagian depan yang dijaga Mujiyanto. Saat mengetahui ada sekelompok orang memakai penutup muka masuk ke dalam pos, Mujiyanto berusaha melawannya. Akibatnya, dirinya langsung dibacok tiga kali ke arah kepala.

"Korban yang kena bacok kemudian berteriak minta tolong dan didengar warga setempat," katanya.

Karena teriakan korban, pelaku kemudian kabur melalui gedung belakang sekolah. Pelaku belum berhasil membawa barang berharga milik sekolah kecuali handphone milik satpam.

Korban Mujiyanto mengalami di bagian leher belakang dan pelipis kiri. Dia sempat dibawa ke RS Panti Nugroho. Namun oleh Amien Rais kemudian dipindahkan ke RSUD Sleman siang tadi.

Dari olah TKP petugas menemukan beberapa benda yang diduga milik pelaku. Benda yang ditinggal diantaranya dua buah linggis, dan satu tas laptop berisi sarung tangan dan plastik. Pelaku diperkirakan merupakan kawanan penjahat spesialis pencurian barang-barang elektronik di sekolah-sekolah.
Β 

(bgk/fdn)


Berita Terkait