Tangani Illegal Logging, SBY Kunjungi Kaltim 12 November
Kamis, 04 Nov 2004 23:23 WIB
Jakarta - Maraknya illegal logging mendapat perhatian serius dari pemerintah. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan mengunjungi Kalimantan Timur terkait kasus tersebut pada 12 November 2004."Direncanakan tanggal dua belas bulan ini Presiden akan memberikan arahan langsung pada instansi-instansi yang menangani masalah illegal logging, apakah dari Departemen Kehutanan, Kepolisian, dan dari yang lainnya. Rencananya beliau akan memberikan arahan di Kalimantan Timur."Demikian dikatakan Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar kepada wartawan usai acara buka puasa bersama Keluarga Besar Mabes Polri dengan SBY dan Wapres Jusuf Kalla di Gedung Rupatama Mabes Polri jalan Trunojoyo Jakarta Selatan, Kamis (4/11/2004).Mengenai sejumlah nama tersangka yang dilaporkan Menhut MS Ka'ban kepada Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh pada Sabtu (29/10/2004) lalu, Da'i menyatakan belum mendapatkan nama-nama yang dilaporkan tersebut. Namun jajaran kepolisian mempunyai versi sendiri atas sejumlah nama tersangka kasus illegal logging."Saya belum mendapat nama-nama yang dari Menhut. Tetapi nama-nama tersebut dijanjikan akan diberikan pada saya. Selain itu, di jajaran kepolisian pun mempunyai nama-nama yang akan ditindaklanjuti," ujarnya.Da'i juga menjanjikan akan melakukan tindakan penertiban dengan menindak tegas sejumlah jajarannya yang tidak melakukan tindakan apapun, apalagi melakukan penyimpangan pada daerahnya yang terbukti memiliki kasus illegal logging."Penertiban aparat itu sudah jelas. Aparat itu kan bukan hanya aparat kepolisian, di dalam lingkungan kepolisian kita tegas. Kalau mereka tidak menindak pun, jangankan dia menyimpang, andaikan di daerah itu dia tidak berbuat apapun, kita akan tindak, seperti Polres-Polres yang punya daerah itu," tukasnya."Yang pasti ada aparat yang terkait yang menangani masalah illegal logging, mulai dari perizinan dan sebagainya. Itu juga yang perlu diperhatikan, dan langkah-langkah penelitian akan lebih komprehensif," tambah Da'i.Perihal acara buka puasa bersama SBY-Kalla, dia menjelaskan, kehadiran keduanya merupakan atensi yang besar bagi kepolisian dan keluarga besar kepolisian."Hal itu kita jadikan sebagai dorongan dan motivasi dalam melaksanakan tugas. Terutama lebih termotivasi lagi untuk mampu menampilkan diri pada setiap anggota kepolisian sebagai sosok pengayom, pelindung, dan pelayan masyarakat. Apalagi sekarang dihadapkan pada tugas untuk pengamanan Lebaran yang akan datang," demikian Da'i.
(sss/)











































