Arifin Mengaku Disekap di Ruko Olimo Karena Jadi Perantara Proyek Migas

Arifin Mengaku Disekap di Ruko Olimo Karena Jadi Perantara Proyek Migas

Septiana Ledysia - detikNews
Rabu, 18 Sep 2013 23:03 WIB
Arifin Mengaku Disekap di Ruko Olimo Karena Jadi Perantara Proyek Migas
Jakarta - Sunan Ali Arifin harus menjadi korban penyekapan dan penyiksaan selama 1 setengah bulan di sebuah ruko di Jalan Hayam Wuruk, Taman Sari, Jakarta Barat. Padahal dia hanya menjadi perantara sebuah proyek perusahaan BUMN.

"Peristiwa itu berawal saat menjadi perantara dalam sebuah proyek di BP Migas. Kala itu, perusahaan lainnya yang akan bekerja sama dalam proyek itu memberikan uang sebesar Rp 250 juta kepada saya," ujar Arifin di Polsek Taman Sari, Rabu (18/9/2013).

Arifin mengatakan, tugasnya saat itu hanya perantara untuk membebaskan sebuah lahan untuk proyek tersebut. Namun, ternyata tanah tersebut milik warga hal hasil proyek tidak bisa dilanjutkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Proyek itu batal, karena itu tanah warga dan tidak bisa dibebaskan," ungkap Arifin.

Lalu karena sudah jatuh tempo dan proyek tidak jalan-jalan Arifin ditagih harus mengembalikan uang. Karena tidak bisa membayar pada Senin (5/8/2013) Arifin menghadiri sebuah acara pertemuan dengan para penagih yang diketahui dipimpin oleh seseorang bernama Hendra atas perintah seorang bos bernama Jacky.

"Habis pertemuan itu, bersama enam orang lain grupnya si Hendra itu, saya dipaksa ikut kesini (lokasi penyekapan), sementara yang lainnya turun di daerah Bekasi," ujarnya.

Saat itu, sama seperti Ahmad korban satu lagi, Arifin juga dipaksa menandatangi surat pernyataan dan harus membayar hutang senilai Rp 500 juta, lebih besar dari uang yang diberikan sebelum.

"Saya juga kesini karena diajak kerjasama, saya seolah dijadikan sebagai jaminan hutang, saya dihargai Rp 7 juta, kekurangannya saya harus bayar, kalau tidak saya tetap ditahan," jelas Arifin.

Arifin mengaku, selama disekap dirinya hanya dikasih makan selama tiga hari sekali. Dan saya dipukuli dan diborgol di loteng ruko yang sangat gelap.

"Saya diancam mau dibunuh, mau dibelek. Mayat saya akan di lempar di tol, mereka juga tidak hanya gertak, karena mereka ngakunya sudah pernah melakukan itu," tuturnya sedih.

(spt/ega)


Berita Terkait