Perahu Nelayan Tenggelam Dihantam Ombak, 1 Orang Selamat, 3 Hilang

Perahu Nelayan Tenggelam Dihantam Ombak, 1 Orang Selamat, 3 Hilang

Robert - detikNews
Rabu, 18 Sep 2013 22:28 WIB
Perahu Nelayan Tenggelam Dihantam Ombak, 1 Orang Selamat, 3 Hilang
Lahuddu, salah satu korban
Berau, - Perahu nelayan warga Sungai Nyamuk, Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, tenggelam di perairan Tawau, Malaysia. Satu orang selamat, 3 orang lainnya hilang.

Keterangan diperoleh detikcom dari Pos Polisi Pulau Derawan, Rabu (18/9/2013) malam, salah seorang nelayan, Lahuddu (31), berhasil tiba di Pulau Derawan sekitar pukul 21.00 WITA malam tadi. Lahuddu berhasil diselamatkan kapal penumpang KM Indo Maya di perairan laut Tarakan, saat sedang berlayar dari Nunukan menuju Pulau Derawan.

"Tiga temannya Adi, Lamillo dan Keo, hilang pasca kejadian. Mereka berada 1 kapal, kapal nelayan," kata Kepala Pos Polisi Pulau Derawan, Aiptu Puji Suyanto, kepada wartawan di Pulau Derawan, Rabu (18/9/2013) malam.

Dari identitas diketahui, Lahuddu merupakan warga Sungai Nyamuk, Sebatik, yang tinggal dan berprofesi sebagai nelayan di Tawau, Malaysia. Rekan Lahuddu, Adi, adalah juragan kapal.

"Dia dari Tawau menebar pukat di sekitar perairan Tawau. Saat itu cuaca buruk, terkena gelombang dan angin kencang akhirnya karam. Setelah insiden itu, dia menggunakan tutup peti es terbuat dari gabus yang biasa digunakan untuk menyimpan ikan," terang Puji.

"Selama 2 malam, akhirnya dia masuk di perairan Tarakan, cukup jauh karena memang gelombang tinggi dan angin kencang. Dia (Lahuddu) diselamatkan KM Indo Maya yang berlayar menuju ke sini (Pulau Derawan) dan kita jemput," tambahnya.

"Saat ditemukan, dia masih sadar. Dia makan buah kelapa muda yang mengapung di laut untuk bertahan hidup. Rencana Kamis (19/9/2013) besok, kita periksakan kesehatan di Tanjung Batu. Kurang lebih 45 menit dari Derawan ini menggunakan speedboat," jelasnya.

Sementara Lahuddu, terlihat masih terkulai lemas di ruang istirahat Pos Polisi Pulau Derawan. Meski begitu, dia masih bisa berbicara kepada wartawan yang menemuinya.

Lahuddu mengatakan, dia bersama 3 rekannya, kejadian yang menimpanya terjadi pada Minggu (15/9/2013) pagi lalu, sekitar pukul 04.00 WITA. Sebelum tenggelam, dia dan rekannya sempat menebar pukat.

"Troll-nya tersangkut, kapal goyang. Saat itu angin kencang, gelombang kira-kira 1,5 meter. Gelombang membuat kapal miring ke kanan dan terbalik, akhirnya tenggelam," kata Lahuddu.

"Dari setelah kejadian sampai semalam, saya sudah terpisah dengan teman-teman, tidak tahu dimana. Ya cuaca memang buruk, angin kencang, gelombang tinggi," sebutnya.

"Teman-teman juga sebenarnya pandai berenang. Setelah kejadian, saya menggunakan tutup peti es dari gabus, saya terus berenang selama 2 malam, saya makan buah kelapa di laut," terangnya.

Masih menurut Lahuddu, kapal dengan panjang 7 meter dan lebar 1,5 meter milik juragan Adi, tenggelam dengan kedalaman diperkirakan 70 meter, sesuai dengan panjang pukat yang disebar di bawah permukaan laut.

"Saya ditemukan kapal penumpang sore tadi sebelum gelap. Saya bersyukur bisa selamat," tutup Lahuddu.

(ega/ega)


Berita Terkait