"Banyak yang bilang agar saya jangan ikut konvensi, karena saya sudah 27 Tahun sebagai diplomat dan pindah jalur ke politik," kata Dino Patti Djalal.
Hal itu disampaikannya dalam acara '1 Jam Bersama Dinno Patti Djalal' di Ballroom Djakarta Theatre, Jalan MH Thamrin, Jakpus, Rabu (17/9/2013) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertimbangan utama adalah saya merasa generasi saya waktunya sudah datang untuk memimpin. Asal dilakukan dengan tulus akan buahkan hasil," ujarnya.
Menurut Dino, ia menyadari ada kejenuhan publik terhadap politik Indonesia, namun sisi lain justru sebetulnya masyarakat ingin wajah baru pemimpin.
"Mereka haus dengan wajah-wajah baru yang punya ide-ide segar. Ini yang sebabkan saya masuk ke kancah politik. Bukan dengan nekad tapi dengan tekad," tuturnya.
"Saya ingin buktikan diplomat yang baik dapat menjadi pemimpin yang baik," imbuh pria yang banyak habiskan waktunya di Amerika itu.
Ia juga menegaskan keikutsertaannya dalam konvensi bukanlah untuk mengejar kursi capres, tapi bagaimana ikut mengubah mindset bangsa.
"It's not about winning or loosing," ucap Dino.
(/ega)










































