Mahadi Sinambela Bantah Golkar Bohongi Rakyat
Kamis, 04 Nov 2004 18:03 WIB
Jakarta - ketua DPP Partai Golkar Mahadi Sinambela membantah bahwa Golkar telah membohongi rakyat dengan mendukung Mega-Hasyim pada pilpres lalu. Mahadi juga membantah Golkar menerima dana dalam pendukungan tersebut."Yang jelas kita punya strategi. Pada waktu itu (Rapim IV-VII Golkar), strategi kita untuk melawan Mega karena dia partai yang kuat. Sekarang dia sudah tidak kuat harus kita bantu karena dia mau bekerjasama dengan kita."Demikian kata Mahadi kepada detikcom usai sidang lanjutan gugatan Fahmi-Marzuki terhadap Akbar Tandjung dan Golkar di PN Jakarta Barat, Jl.S.Parman, Kamis (4/11/2004). Dalam sidang itu, Mahadi adalah saksi yang diajukan kubu Akbar dan Golkar.Pernyataan Mahadi ini menanggapi tuduhan Yuslin Nasution, mantan pengurus DPP Golkar bidang hankam yang juga dipecat bersama Fahmi dan Marzuki karena mendukung SBY-Kalla.Yuslin dalam sidang Rabu (3/11/2004) kemarin menuduh Golkar membohongi rakyat. Karena pada Rapim IV sampai Rapim VII Golkar memaparkan tentang kegagalan pemerintahan Mega, tapi pada Rapim IX justru menyatakan mendukung Mega."Jadi kalau menurut dia (Yusrin) membohongi, ya mungkin dia yang bohongi. Kalau saya belum pernah bohongi rakyat," kata Mahadi.Ketika ditanya mengenai sumbangan dana yang diberikan tim Mega-Hasyim untuk kampanye, Mahadi juga membantah. "Oh tidak ada itu. Justru kalau ada (dana), mungkin mereka (Mega-Hasyim) yang menang," tukasnya.Sementara saat sidang, Mahadi mengatakan, Rapim IX tidak bertentangan dengan paradigma baru Golkar. Ia mengklarifikasi keterangan Yuslin bahwa pada Rapim IX tidak ada instrumen penyusun panitia seperti Organizing Committee (OC) dan Steering Committee (SC)."Justru sebaliknya, pada Rapim IX OC langsung di bawah kesekjenan sedangkan SC diantaranya di bawah ketua bidang hukum," demikian Mahadi Sinambela.
(fab/)











































