Ketiga kandidat Golkar tersebut adalah Supomo Guntur-Kadir Halid yang diusung Golkar dalam Pilwalkot Makassar dan hanya meraih suara 14.69 persen, Ashari Faskharie Radjamilo-Mahlil Sikki meraih 44.43 persen di Pilkada Jeneponto dan Andi Irwan Hamid-Andi Mappanyukki yang meraih suara 26.46 persen di Pilkada Pinrang.
Di dua Pilkada lainnya, Golkar berhasil menjadi pemuncak sementara, yakni di Pilkada Wajo, pasangan Andi Burhanuddin Unru-Andi Syahrir Kube berhasil meraih 37.83 persen dan di Pilkada Luwu Andi Muzakkar-Amru Saher, koalisi Golkar-PKS meraih 45.85 persen, beda tipis dengan kandidat dari Partai Demokrat Basmin Mattayang-Syukur Bijak yang meraih 44.22 persen suara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Pilkada Pinrang sendiri, pasangan incumbent Andi Aslam Patonangi-Darwis Bastama yang diusung PDIP, PKS dan PAN meraih 31.48 persen suara.
Menurut Direktur Celebes Research Center, Herman Heizer dalam keterangan persnya menyebutkan faktor partai pengusung hanya salah satu variabel. Yang utama dalam memenangi Pilkada adalah figur tokoh dan kerja tim sukses.
"Dari hasil survei kami, 3 kandidat cabup dan cawalkot Partai Golkar rontok. Kandidat Partai Demokrat lebih intens turun langsung ke masyarakat. Figur Ilham sebagai walikota incumbent masih diterima dengan baik oleh warga Makassar. Demikian pula di Pilkada Pinrang, figur incumbent yang disokong partai selain Golkar juga masih dipercaya oleh rakyat Pinrang," jelas Herman di Hotel Sahid Jaya, Makassar, Rabu (18/9/2013).
(mna/trw)











































