Dalam sinopsis disertasinya, Rabu (19/9/2013), Abdullah mengambil studi ilmu manajemen dengan fokus Manajemen Sumber daya Manusia (MSDM). Ia pun memberi judul disertasinya 'Kajian Integritas dan Profesionalisme dalam Manajemen Sumber Daya Manusia di Komisi Pemberantasan Korupsi'.
"Perencanaan SDM KPK, jika dilakukan penyempurnaan, dapat dijadikan role model oleh kementerian atau lembaga lainnya sehingga reformasi birokrasi lebih cepat terealisasi," tulis Abdullah.
Pria yang pernah menjadi seorang PKL di Selangor, Malaysia, ini menambahkan rekrutmen dan seleksi di KPK memilih pegawai yang berintegritas dan profesional dengan IQ, EQ, SQ, PQ, dan AQ, di atas rata-rata. Sehingga pegawai yang lolos seleksi itu disebut Abdullah sebagai pendekar pemberantas korupsi.
"Pegawai yang berintegritas dan profesional yang dikenal sebagai pendekar pemberantas korupsi merupakan target yang dicapai dalam program pendidikan, pelatihan, dan pengembangan SDM di KPK, yang dapat diterapkan pula di setiap kementerian atau lembaga," ujar Abdullah.
Abdullah menilai berbagai kementerian atau lembaga yang bertugas dalam proses rekrutmen dan seleksi PNS jika mengaplikasikan sistem perekrutan KPK, maka akan muncul pendekar pemberantas korupsi di seluruh lembaga negara.
"Melakukan pendidikan dan pelatihan PNS supaya tercipta persepsi yang sama sebagai pendekar pemberantas korupsi di masing-masing institusi," ujar pria kelahiran Maluku itu.
Saat ini, Abdullah tengah mepresentasikan disertasinya. Ada 5 Guru Besar UNJ yang akan menguji disertasi Abdullah, yaitu Prof Dr Bedjo Sujanto, Prof Dr Djaali, Prof Dr Muchlis R Luddin, Prof Dr Maruf Akbar, Prof Dr Thamrin Abdullah, dan Prof Wibowo dari Universitas Moestopo.
(vid/mok)











































