Dites Urine, 3 Siswa Ganti Air Kencing dengan Air Biasa

Dites Urine, 3 Siswa Ganti Air Kencing dengan Air Biasa

- detikNews
Kamis, 04 Nov 2004 17:29 WIB
Yogyakarta - Diduga takut ketahuan mengkonsumsi narkoba, 3 siswa sebuah Sekolah Menengah Umum (SMU) di Kota Yogyakarta nekat mengganti urinennya dengan air biasa dari bak mandi sekolah.Hal itu terungkap setelah pihak Pemerintah Kota Yogyakarta hari ini Kamis (4/11/2004) melakukan tes urine terhadap 2.000 orang siswa SMU di Yogyakarta. Tes urine yang dilakukan secara acak itu dengan mengambil sampel berasal dari 50 SMU. Tiap SMU dites masing-masing 40 siswa untuk mengetahui apakah siswa tersebut memakai narkoba atau tidak."Ada tiga siswa yang menganti air urinenya dengan air biasa. Ketiga siswa itu bisa jadi karena sengaja berbuat nakal atau memang takut karena telah merasa mengkonsumsi obat tertentu," kata ketua tim tes urine dr Bambang dari RSUD Wirosaban kepada wartawan di kantornya, Wirosaban Umbulharjo Yogyakarta, Kamis (4/11/2004).Bambang mengatakan, pihaknya belum mengetahui persis identitas lengkap ketiga siswa yang melakukan perbuatan tersebut. Sebab pangambilan sampel urine dilakukan secara acak dan hanya diberikan kode-kode saja. "Kita belum bisa mengetahui identitas lengkap ketiganya," katanya.Menurut Bambang, tes tersebut terbagi menjadi dua yaitu tes amfetamin dan tes morfin. Setiap satu jenis tes membutuhkan biaya Rp 30 ribu. Setiap satu siswa membutuhkan dana sebesar Rp 60 ribu. Semua biaya ini saat ini masih disubsidi secara penuh oleh Pemkot Yogyakarta.Bambang menambahkan, tes urine seperti ini tidak 100 persen menunjukkan kondisi sebenarnya. Sebab beberapa kasus penggunaan narkoba seperti ganja tidak akan masuk ke urine. "Pemakai ganja kalau dites urinenya tetap akan negatif sebab yang diserang adalah otak. Oleh karena itu untuk memotret kondisi yang sebenarnya perlu dilakukan tes tambahan yaitu tes kejiwaan," imbuhnya.Sementara itu Wakil Walikota Yogyakarta Syukri Fadholi mengatakan, tujuan tes ini untuk melakukan pendeteksian dini terhadap penyalahgunaan narkoba di tingkat pelajar se-Kota Yogyakata dan untuk mencari masukan bagi Pemkot guna menyusun kebijakan pemberantasan narkoba.Menurut Syukri, tes urin ini dilakukan secara mendadak tanpa pemberitahuan khusus kepada siswa maupun pihak sekolah. Tim yang terdiri dari tim Pemkot Yogyakarta dan tim RSUD Wirosaban ini langsung mendatangi sekolah.Ditambahkan oleh Syukri, pada awal tahun ini pihaknya juga sudah melakukan tes yang sama terhadap 1.000 siswa se-SMU Yogyakarta. "Alhamdulilah dari dua kali tes hasilnya negatif dan ini menunjukkan kita masih kondusif sebagai kota pendidikan," kata Syukri. (nrl/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini