Dishub Sediakan Alat Berat untuk Antisipasi Macet
Kamis, 04 Nov 2004 17:14 WIB
Palembang - Guna mengantisipasi kemacetan lalu lintas menjelang dan sesudah Idul Fitri, Dinas Perhubungan Sumsel membangun sejumlah posko pemantau serta mengadakan alat berat dan mobil derek."Posko pemantau utama yang tersebar di beberapa tempat dan untuk posko induk kita tempatkan di Kantor Dishub Sumsel," kata Kepala Dinas Perhubungan Sumsel, Amir Syarifuddin, di kantornya Jalan Kapten A. Rivai Palembang, Kamis (4/11/2004).Menurut Amir, untuk posko pemantau utama, semuanya terletak di Palembang, yakni di Terminal Karya Jaya, Stasiun Kereta Api Kertapati, Terminal Pelabuhan Penyeberangan 35 Ilir, Pelabuhan Laut Boom Baru, dan Bandara Sultan Mahmud Badarudin (SMB) II.Lalu, didirikan lima posko pemantau kelancaran di lima titik pintu masuk Sumsel. Yakni di perbatasan Sumsel-Jambi melintasi Bayung Lincir, Tempino, tepatnya di Desa Senawar Jaya. Lalu, di perbatasan Sumsel-Lampung melintasi Martapura Kotabumi tepatnya di Desa Kotabaru.Kemudian di perbatasan Sumsel-Lampung melintasi Kayuagung ke Menggala di Desa Pematang Panggang. Juga di perbatasan antara Lubuklinggau dan Sarolangun di Desa Suru Langun. Terakhir, di perbatasan Sumsel-Bengkulu di Desa Muara Beliti.Menurut Amir, posko pemantau utama bertugas melayani angkutan dan memantau kelancaran penyedian sarana. Misalnya, soal persiapan pengadaan gerbong kereta api. Sedangkan posko pemantau kelancaran tidak lain membantu kelancaran arus lalu lintas.Sementara untuk daerah yang rawan longsor disiagakan alat berat, mobil derek, dan mobil ambulans. Daerah yang ditempatkan alat berat dan mobil derek itu antara lain Muara Enim, Lahat, dan Banyuasin.
(nrl/)











































