"Dalam proses pembangunan konstruksinya bakal sulit mengurai kemacetan di ibu kota," kata Azaz kepada detikcom, kemarin.
Dengan segera dimulainya pengerjaan, Azaz juga mengingatkan agar pemerintah provinsi DKI tidak hanya menjadikan MRT sebagai satu-satunya andalan untuk mengurai kemacetan di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Utama PT MRT Jakarta Dono Boestami mengakui pembangunan MRT akan berpengaruh terhadap kemacetan lalu lintas. Selain pihaknya sudah memikirkan persoalan kenyamanan publik ini seperti pengalihan arus lalu lintas, juga akan dilakukan upaya pengaturan jadwal konstruksi untuk mengurangi dampak lalu lintas.
Dono menjelaskan pengaturan ini antara lain mencakup penyimpanan alat konstruksi, pengaturan jadwal mobilisasi peralatan berat, serta penempatan petugas lalu lintas yang akan disiagakan selama proses konstruksi berlangsung.
“Kami katakan kalau proyek MRT Jakarta punya kompleksitas konstruksi yang tinggi, waktu lama, dan ganggu lalu lintas. Tapi, kami berusaha agar cita-cita mengurangi kemacetan Jakarta dengan pembangunan MRT bisa terwujud,” kata Dono menguraikan.
Dia menjelaskan untuk persiapan sejauh ini, sejak dua pekan lalu sudah dilakukan tes eksplorasi di dua lokasi di Jalan Sudirman. Khusus untuk groundbreaking lokasi bakal dilakukan di area Dukuh Atas. Adapun persiapan yang sudah dilakukan adalah proses clearance area seperti pemindahan dan pemotongan pohon serta pemasangan pagar.
Begitupun dari kontraktor yang sudah siap untuk mobilisasi peralatan berat serta pembuatan tanggul yang dalam proses. “Ground breaking ini adalah salah satu tahapan dalam persiapan pelaksanaan konstruksi MRT,” ujar Dono.
Soal pelaksanaan konstruksi, dia merincikan ada tiga tahap pekerjaan yang dilakukan PT MRT. Pertama, paket konstruksi layang, kedua konstruksi untuk underground, dan tahap tiga yaitu paket rolling stock/kereta.
“Pelaksanaan konstruksi MRT dilakukan secara paralel. Tahap awal konstruksi untuk bagian under ground karena pelaksanaannya kompleks dan membutuhkan proses waktu yang lama,” ujarnya.
(brn/brn)











































