Beberapa peziarah tampak berdatangan, Rabu (18/9/2013). Mereka menggunakan sepeda motor dan mobil pribadi. Dengan khusyuk, mereka berdoa di makam.
Juru kunci makam, RM Kusyutardono mengatakan, meski kondisi makam masih berantak, tetap banyak yang datang untuk berziarah. "Mungkin malah bisa lebih banyak nanti, karena jadi terkenal setelah diberitakan," katanya.
Kondisi makam belum dibersihkan. Penjaga masih menunggu instruksi dari pihak kepolisian. Disebutkan, sebelum ada arahan dari kepolisian, juru kunci makam tidak diizinkan membersihkan makam.
Makam ini memang sehari-harinya selalu dikunjungi oleh para peziarah. Ziarah ramai pada malam Jumat, dan lebih ramai lagi pada malem Senin Legi, di hari meninggalnya Kjai Ageng Prawiro Poerbo. Yang ziarah, dari berbagai lapisan masyarakat. Ada yang artis dan juga politisi.
Makam dirusak sekelompok orang, Senin (16/9) malam. Cungkup makam dirobohkan. Ada bekas-bekas pukulan benda keras di nisan. Kendi di samping makam pecah. Payung-payung pusaka roboh dan terdapat coretan pilox di sekitar makam bertuliskan "Haram Syirik." Pelakunya adalah sekelompok orang berpenutup kepala.
(trw/trw)











































