Sebelum pergi masa meninggalkan selebaran surat yang bertuliskan "Brigade Muslim Al Haq" dengan simbol senjata api. Mereka juga melakukan aksi vandalisme di batu nisan dan lantai dengan tulisan "Syirik". Sementara di lantai tempat sholat bagi para peziarah ditulisi dengan pilox warna putih "Syirik Haram."
Makam ini memang sehari-harinya selalu dikunjungi oleh para peziarah. Ziarah ramai pada malam Jumat, dan lebih ramai lagi pada malem Senin Legi, di hari meninggalnya Kjai Ageng Prawiro Poerbo. Yang ziarah, dari berbagai lapisan masyarakat. Ada yang artis dan juga politisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang ziarah itu dari semua lapisan masyarakat tidak membeda-bedakan. Dari berbagai agama, ada Islam, Kristen, Hindu dan lain-lain,"katanya di Makam Kjai Ageng Prawiro Poerbo.
Dia menolak, jika ziarah di makam tersebut disebut syirik. Karena ziarah adalah untuk mendoakan orang yang sudah meninggal, dan bukan meminta atau menyembah kepada kijing.
(/)










































