Australia akan Terus Menjadi Target Terorisme
Kamis, 04 Nov 2004 15:23 WIB
Jakarta - Australia telah masuk dalam radar pengawasan jaringan al Qaeda selama setidaknya empat tahun dan akan terus menjadi target terorisme. Demikian disampaikan kepala badan intelijen Australia, Organisasi Intelijen Keamanan Australia (ASIO), Dennis Richardson.Menurut Richardson, saat ini juga ada tanda-tanda yang meresahkan bahwa lebih banyak warga Australia yang terlibat dalam terorisme. Demikian seperti dilansir situs news.com.au, Kamis (4/11/2004).Dikatakan pejabat intelijen tersebut, Amerika Serikat masih tetap menjadi target nomor satu al Qaeda. Namun sejak akhir November 2001 lalu, nama Australia telah disebut sebanyak enam kali oleh Osama bin Laden ataupun deputinya, Ayman al-Zawahri.Menurut Richardson, ASIO telah mencegah sebanyak 10 orang yang diduga terkait aktivitas terorisme untuk memasuki negeri Kangguru itu sejak peristiwa 11 September 2001. Badan intelijen tersebut juga telah menyarankan Menteri Luar Negeri Australia Alexander Downer untuk membatalkan atau menolak paspor 20 orang yang berupaya meninggalkan negeri itu.ASIO hingga saat ini terus mengidentifikasi dan memonitor kelompok-kelompok di Australia yang mengusung doktrin yang sama dengan Osama bin Laden dan pemimpin-pemimpin teror lainnya. Namun sejauh ini, baru satu orang, Jack Roche di Perth, yang telah terbukti dan divonis atas terorisme. Sementara empat tersangka lainnya masih menunggu persidangan di Sydney atas dugaan keterlibatan mereka dengan terorisme."Investigasi masih berlangsung yang bisa membawa ke penangkapan lainnya," tutur Richardson. Menurutnya, ASIO tengah bekerja untuk mengidentifikasi warga Australia di seluruh dunia yang terakait terorisme. "Meski kecil secara angka, namun jumlah warga Australia yang dikonfirmasikan atau dinilai telah menjalani pelatihan teroris terus bertambah," ujarnya.
(ita/)











































