Ini Peran Anggota Intelijen Bais dalam Penyelundupan 1,4 Juta Ekstasi

- detikNews
Selasa, 17 Sep 2013 10:59 WIB
ilustrasi (dok.detikcom)
Jakarta - Penyelundupan 1,4 juta butir ekstasi yang diotaki Freddy Budiman menyeret anggota Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI, Serma Supriyadi. Bagaimana peran anggota intelijen yang telah mengabdi lebih dari 30 tahun itu?

Sebanyak 1.412.476 butir ekstasi yang diimpor Freddy Budiman dikirim dari pelabuhan Lianyung, Shenzhen, China, tujuan Jakarta pada 8 Mei 2012 dengan menggunakan sebuah kontainer. Sesampainya di Pelabuhan Tanjung Priok, Serma Surpiyadi pun mulai beraksi.

"Serma Supriyadi sebagai kuasa Primkop Kalta mengimpor fish tank dari China. Terdakwa memalsukan dokumen dengan upah Rp 85 juta," kata ketua majelis Kolonel CHK Tama Ulinta Br Tarigan seperti tertuang dalam putusan yang dilansir website Mahkamah Agung (MA), Selasa (17/9/2013).

Majelis berkeyakinan Supriyadi tidak mengimpor ekstasi, tetapi menyalurkan narkotika. Yaitu setelah proses impor selesai, di tengah jalan terdakwa baru mengetahui fish tanks yang diimpor hanyalah kamuflase karena ternyata isinya narkoba.

"Ternyata terdakwa tetap melanjutkan proses pengeluaran dari pelabuhan untuk disalurkan ke alamat tujuan," sambungnya.

Peran Serma Supriyadi yaitu menghadap ke pejabat bea cukai untuk melepas kontainer tersebut, meskipun lepasnya kontainer itu juga dalam rangka operasi BNN untuk controlled delivery untuk menangkap pemilik sesungguhnya dari narkotika itu.

"Seharusnya terdakwa menolak kehadiran kontainer tersebut. Seharusnya terdakwa berpikir seribu kali dan merenungkan sekiranya isinya narkoba, pastilah jumlahnya tidak sedikit. Lalu berapa jumlah anak muda Indonesia yang akan dihancurkan sekiranya barang haram tersebut beredar di masyarakat?" demikian pertimbangan majelis hakim yang beranggotakan Letkol CHK Hulwani dan Mayor FX Raga Sejati

Tidak hanya itu, dalam proses persidangan juga terungkap bisnis koperasi yang dijalankan yang mengatasnamakan Primkop Kalta dalam kegiatan usaha mengimpor barang selama ini dilakukan dengan cara yang merugikan negara, yaitu dengan memalsu dokumen dan mengurangi kualitas barang.

Atas peran Serma Supriyadi, kontainer itu pun akhirnya bisa melewati persyaratan administrasi tanggal 28 Juli 2012. Saat berada di Pintu Tol Kamal, Cengkareng, truk yang mengangkat 1,4 juta butir ekstasi itu ditangkap oleh BNN.

Apa pembelaan Serma Surpriadi?

"Selama dinas di Bais TNI, terdakwa belum pernah dikenakan hukuman disiplin maupun pidana. Kami sampaikan kondisi ekonomi keluarga sangat memprihatinkan dengan keadaan suami selama ditahan dan gajinya masih banyak potongan BRI," kata kuasa hukum Serma Surpriadi dalam sidang tersebut.

Freddy Budiman selaku otak penyelundupan telah dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat (PN Jakbar) pada 15 Juli 2013. Aksi Freddy semakin terbongkar saat perempuan-perempuan cantik di sekelilingnya berkicau tentang tingkah lakunya.

(asp/try)