Lagi, Warga AS Disandera di Irak
Kamis, 04 Nov 2004 14:21 WIB
Jakarta - Warga Amerika Serikat kembali menjadi korban penculikan di Irak. Beberapa pria bersenjata menculik seorang warga AS keturunan Libanon di ibukota Baghdad. Ia merupakan warga AS kedua yang diculik dalam pekan ini di negeri bekas rezim Saddam Hussein itu. Radim Sadeq diculik dari rumahnya di kawasan Mansour, Baghdad. Sejauh ini belum ada pihak yang mengklaim atas penyanderaan pria yang bekerja untuk perusahaan telepon seluler itu. Demikian disampaikan pejabat-pejabat Irak seperti dilansir kantor berita Associated Press, Kamis (4/11/2004).Ini merupakan penculikan kedua pekan ini di Mansour, tempat banyak perusahaan asing berlokasi. Pada Senin (1/11/2004) lalu, kelompok bersenjata menyerbu kawasan perusahaan Arab Saudi dan menculik enam orang. Termasuk seorang warga AS, seorang warga Nepal, satu warga Filipina dan tiga warga Irak, yang dua diantaranya dibebaskan kemudian.Lebih dari 170 warga Asing telah disandera di Irak. Dan lebih dari 30 sandera telah dibunuh di negeri itu sejak tumbangnya rezim Saddam tahun lalu. Para pencdukung Abu Musab al-Zarqawi -- militan Yordania yang terkait jaringan al Qaeda) telah mengklaim atas setidaknya enam pemenggalan warga asing.
(ita/)











































