"Jangan sampai tuyul-tuyul politik bebas bergentayangan di proses rekapitulasi. Jangan sampai mereka berhasil mengakses kotak suara," kata Bima dalam jumpa pers di Sekretariat Paguyuban Bogor, Senin (16/9/2013).
Dia meminta relawan timnya untuk terus mengawal ketat proses rekapitulasi suara di setiap jenjang dengan membawa data pembanding para saksi di masing-masing tempat pemilihan suara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil perhitungan cepat (quick count) menempatkan pasangan nomor urut 2 Bima Arya-Usmar Hariman unggul dalam pilkada Kota Bogor, Jawa Barat.
Berdasarkan hasil akhir yang dirilis Charta Politika Indonesia dengan suara yang masuk 100%, Bima-Usmar yang diusung PAN, Demokrat, PKB, Gerindra, dan PBB mendulang sebanyak 35% suara. Saingan mereka, pasangan nomor 3 yaitu Achmad Ru'yat-Aim Halim Permana yang diusung PKS, PPP, dan Hanura sebanyak 33,1% suara.
Di posisi ketiga, pasangan nomor urut 4 Dody Rosadi-Untung Maryono dari PDIP, Golkar dan PKPI sebanyak 15,7% suara. Selebihnya, dua pasangan independen, yakni Syaiful Anwar-Muztahidin meraih 10,1% suara dan Firman Halim-Gartono 6,2% suara.
(ahy/spt)










































