Soal Isu Perpecahan Golkar, Nurul Arifin: Golkar Sudah Biasa Ribut-ribut

Soal Isu Perpecahan Golkar, Nurul Arifin: Golkar Sudah Biasa Ribut-ribut

Danu Damarjati - detikNews
Senin, 16 Sep 2013 16:53 WIB
Soal Isu Perpecahan Golkar, Nurul Arifin: Golkar Sudah Biasa Ribut-ribut
Ketum Partai Golkar Aburizal Bakrie.
Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Nurul Arifin menyatakan partainya masih solid meski akhir-akhir ini ada pihak yang tidak setuju terhadap pencapresan Aburizal Bakrie. Gejolak politik internal jelang Pilpres seperti ini sudah biasa terjadi.

"Golkar sudah biasa ribut-ribut seperti ini, bukan hal baru dan buat kami kaget. Itu internal, dan ini bagian dari demokrasi saja," kata Wasekjen Golkar Nurul Arifin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (16/9/2013).

Nurul menuturkan Golkar tetap akan mendengarkan soal suara-suara ketidaksetujuan tersebut. Bahkan, tokoh yang menyerukan suara ketidaksetujuan itu, Ketua DPP Yorrys Raweyai, dinyatakan sudah bertemu dengan Ical (Aburizal).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Soal Pak Yorrys, dia juga sempat ditanya Pak Ical. Dan nggak ada (perpecahan) apa-apa," jawab Nurul ketika ditanyai wartawan.

Pencapresan Ical dinyatakan Nurul berfungsi sebagai pengikat kader agar bisa mewujudkan kesuksesan di Pileg 2014. Keputusan pencapresan Ical tak akan berubah atau dievaluasi.

"Iya, dengan kontribusi capres Pak Ical bisa menaikan elektabilitas partai juga. Orang nggak usah sinis, lihat objektif saja. Elektabilitas Golkar bagus itu berkat Ketua Umum Aburizal Bakrie," pungkas politisi yang juga dikenal sebagai aktris ini.

Sebelumnya, Ketua DPP Golkar Yorrys Raweyai menyatakan pencapresan Aburizal merapuhkan kesolidan partai berlambang pohon beringin ini, mulai dari tingkat akar rumput hingga tingkat elite pusat.

Ini diamini oleh Ketua DPP Golkar Fadel Muhammad. "Sekarang memang agak ramai karena beberapa masalah yang di DPP, DPD I dan DPD II agak mempermasalahkan beberapa hal," kata Fadel kepada wartawan sebelum pembukaan turnamen golf 'ARB CUP' di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Kamis (12/9/2013).

(dnu/rmd)


Berita Terkait