"Golkar sudah biasa ribut-ribut seperti ini, bukan hal baru dan buat kami kaget. Itu internal, dan ini bagian dari demokrasi saja," kata Wasekjen Golkar Nurul Arifin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (16/9/2013).
Nurul menuturkan Golkar tetap akan mendengarkan soal suara-suara ketidaksetujuan tersebut. Bahkan, tokoh yang menyerukan suara ketidaksetujuan itu, Ketua DPP Yorrys Raweyai, dinyatakan sudah bertemu dengan Ical (Aburizal).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pencapresan Ical dinyatakan Nurul berfungsi sebagai pengikat kader agar bisa mewujudkan kesuksesan di Pileg 2014. Keputusan pencapresan Ical tak akan berubah atau dievaluasi.
"Iya, dengan kontribusi capres Pak Ical bisa menaikan elektabilitas partai juga. Orang nggak usah sinis, lihat objektif saja. Elektabilitas Golkar bagus itu berkat Ketua Umum Aburizal Bakrie," pungkas politisi yang juga dikenal sebagai aktris ini.
Sebelumnya, Ketua DPP Golkar Yorrys Raweyai menyatakan pencapresan Aburizal merapuhkan kesolidan partai berlambang pohon beringin ini, mulai dari tingkat akar rumput hingga tingkat elite pusat.
Ini diamini oleh Ketua DPP Golkar Fadel Muhammad. "Sekarang memang agak ramai karena beberapa masalah yang di DPP, DPD I dan DPD II agak mempermasalahkan beberapa hal," kata Fadel kepada wartawan sebelum pembukaan turnamen golf 'ARB CUP' di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Kamis (12/9/2013).
(dnu/rmd)










































