Penyuplai Senjata Api ke Pelaku Penembakan Polisi Ditangkap

Penyuplai Senjata Api ke Pelaku Penembakan Polisi Ditangkap

Mei Amelia R - detikNews
Senin, 16 Sep 2013 14:50 WIB
Penyuplai Senjata Api ke Pelaku Penembakan Polisi Ditangkap
Jakarta - Penyuplai senjata api ke Nurul Haq dan Hendi Albar, pelaku penembakan polisi di Pondok Aren, Tangerang Selatan, dibekuk aparat Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Tersangka Cucu alias Ucu, ditangkap di Rancaekek, Jawa Barat.

"Untuk CC (Cucu) adalah yang menyerahkan senjata api ke DPO atas nama Nurul Haq," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (16/9/2013).

Tersagka ditangkap pada Minggu, 15 September 2013. Cucu adalah ketua paguyuban pengrajin senapan angin di kawasan Cipacing, Sumedang, Jawa Barat. Selain Ucu, polisi juga menangkap oknum pengrajin senapan angin bernama Kurnia pada hari yang sama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"CC ini penerima pesanan dari berbagai macam pemesan, sejak beberapa tahun lalu sampai sekarang. Pesanan diarahkan ke beberapa orang termasuk KR (Kurnia), yang membuat senjata api ilegal," jelas Rikwanto.

Dari keduanya, polisi menyita 2 pucuk pistol rakitan kaliber 9 mm, 2 pucuk pistol kaliber 9 mm setengah jadi, 28 butir peluru aktif kaliber 9 mm, 1 set alat bor dan satu set alat kikir. Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 1 dan Pasal 2 UU Darurat No 12 Tahun 1951 tentang senjata api dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Rikwanto mengatakan, para pemesan senjata api tidak bisa berkaitan langsung dengan perakit senjata api. "Mereka harus melalui perantara seperti CC ini. Dia sebagai ketua paguyuban pengrajin punya akses ke pengrajin," ucap rikwanto.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Slamet Riyanto mengatakan, CC melakukan transaksi dengan Nurul Haq pada akhir 2011 hingga awal 2012. Ia memastikan, bahwa pistol kaliber 9 milimeter yang digunakan Nurul Haq dan Hendi, berasal dari Cipacing.

"CC sudah menyerahkan 3 pucuk senjata api ke Nurul Haq. Berarti di antara 3 itu yang dipakai Nurul Haq untuk menembak korbannya (polisi)," tukas Slamet.

(mei/ega)


Berita Terkait