Ahok Soal Mobil Murah: Ini Soal Teknik Pemasaran Kendaraan Saja

Hari ke-337 Jokowi

Ahok Soal Mobil Murah: Ini Soal Teknik Pemasaran Kendaraan Saja

Mulya Nur Bilkis - detikNews
Senin, 16 Sep 2013 13:57 WIB
Ahok Soal Mobil Murah: Ini Soal Teknik Pemasaran Kendaraan Saja
(Foto: dok detikcom)
Jakarta -

Kebijakan Low Cost Green Car (LCGC) alias mobil murah dinilai hanya teknik memasarkan kendaraan saja. Lama kelamaan, mobil murah itu beranjak mahal.

Dengan harga mobil murah off the road dipatok maksimal Rp 95 juta, maka yang mampu membeli adalah kelas menengah ke atas. Apalagi Kebutuhan Hidup Layak di Jakarta Rp 2,2 juta untuk lajang, dinilai tak mampu membeli mobil.

"Kalau pegawai biasa juga susah beli mobil Rp 90 juta. Itu juga kelas menengah. Industri mobil dulu, orang baru kaya belinya Kijang. Sekarang orang baru kaya nggak beli Innova, turun beli Avanza. Lama-lama juga mahal. Jadi artinya ini soal teknik pemasaran kendaraan saja," jelas kata Wagub DKI Basuki T Purnama (Ahok).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu disampaikan Ahok di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (16/9/2013)

Ahok membandingkan di luar negeri, mobil itu mendapat insentif karena memakai bahan bakar terbarukan yang ramah lingkungan. Bila mobil itu berbahan bakar ramah lingkungan dari energi terbarukan, maka wajar diberi insentif pemerintah.

"Bukan soal mobil murahnya. Dia murah karena ada insentif dari pemerintahnya kan? Sebenarnya yang mau kita lihat itu green car-nya. Soal green car-nya. Kita pengen yang lebih banyak di kota mobil-mobil yang ramah lingkungan. Makanya diberi insentif," kata Ahok menekankan tentang konsep green car.

Kebijakan ini juga berpotensi membuat jalanan Jakarta macet karena dibanjiri mobil murah. Alasan Ahok, pertumbuhan otomotif di Jakarta paling tinggi.

"Rata-rata industri otomotif di Jakarta paling besar. Orang-orang naik motor, ekonomi naik dikit pasti naik mobil," kata dia.

Sebelumnya Ahok gusar dengan kebijakan pemerintah pusat tentang LCGC yang ternyata tetap memakai energi tak terbarukan (unrenewable energy) Bahan Bakar Minyak (BBM). Ahok menilai dengan mengeluarkan aturan mengenai mobil murah, pemerintah pusat dinilai tidak konsisten. Lantaran di satu sisi ingin mengurangi konsumsi BBM namun di satu sisi memberikan peluang menggunakan BBM yang lebih banyak dengan adanya mobil murah ini.

(nwk/mad)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini