"Saya pikir wajar kalau orang merasa disakiti dan melampiaskan sakit hatinya, yang penting disikapi dengan baik-baik saja," kata Marzuki di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (16/9/2013).
Anas lengser dari kursi Ketum PD saat gonjang-ganjing kasus Hambalang, menjelang dirinya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Meski Marzuki mendukung upaya KPK dalam mengusut kasus Hambalang, namun Marzuki memandang Anas telah merasa dizalimi oleh petinggi PD yang berujung pada pelengseran dirinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marzuki tetap optimis konvensi capres bisa melahirkan tokoh yang mampu bersaing di Pilpres 2014. "Semua orang bisa memprediksi tentang konvensi. Tapi kan manusia hanya berusaha. Sepanjang niatnya tulus, pada akhirnya Yang Maha Kuasa yang akan memutuskan, bukan manusia," ujarnya.
Sebelumnya, Anas menyatakan siapapun pemenang konvensi sulit untuk memenangi Pemilu Presiden (Pilpres) 2014.
"Kalau cuaca politik tidak berubah, pandangan saya siapapun pemenang konvensi capres nanti akan sulit terpilih untuk Pilpres 2014," kata Anas usai meresmikan organisasi Pergerakan Indonesia di kediamannya Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (15/9/2013).
(dnu/lh)











































