Mendikbud Akan Rombak Sistem Keamanan di Museum Gajah

Mendikbud Akan Rombak Sistem Keamanan di Museum Gajah

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Jumat, 13 Sep 2013 20:42 WIB
Mendikbud Akan Rombak Sistem Keamanan di Museum Gajah
Jakarta - Menteri pendidkan dan kebudayaan M. Nuh meminta sistem keamanan museum ditata ulang. Dengan begitu aksi pencurian dapat dicegah.

"Kami akan menata ulang sistem pengamanan, kami akan upgrade sistem sekuriti, memang sistem pengamanan di musiem nasional sudah ada," kata Nuh saat ditemui usai memberikan bantuan beasiswa bagi anak Polisi korban penembakan di Gedung Sanggita, Jakarta Timur, Jumat (13/9/2013).

Menurutnya sistem kemananan telah dilengkapi, detektor alarm. "Jika sinyal alarm itu menyala, pintu masuk dan keluar otomatis akan tertutup," tuturnya.

Terkait kasus pencurian empat artefak di museum Gajah. Nuh menduga pencurian tersebut terjadi karena alat tersebut tidak berfungsi. Ia mencontohkan sinyal telepon sendiri dapat dirusak dengan alat khusus.

"Seperti sinyal telepon genggam yang bisa di-jam dengan frekuensi sama sehingga jaringan telepon kita terganggu. Jadi bukannya tak ada keamanan, itu ada," tandasnya.

Kepolisian telah melakukan olah TKP dan pengambilan sidik jari di lemari hilangnya koleksi benda bersejarah itu. Peristiwa hilangnya itu baru dilaporkan pihak museum ke aparat polisi pada Kamis (12/9) kemarin.

Empat lempengan emas yang raib itu yakni Lempeng Bulan Sabit Beraksara, Lempengan Halihara, Lempengan Naga, dan Wadah Bertutup (Cepuk). Semua koleksi Museum Gajah itu berukuran kecil, tidak lebih dari 10 cm. Tidak perlu alat atau tas besar untuk membawa kabur koleksi tersebut keluar Museum Gajah.

(edo/ndr)


Berita Terkait