Koleksi Emas Tak Dipajang, Museum Riau Hanya Dijaga 5 Satpam

Koleksi Emas Tak Dipajang, Museum Riau Hanya Dijaga 5 Satpam

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Jumat, 13 Sep 2013 19:18 WIB
Pekanbaru - Pengamanan di Museum Pemprov Riau, Sang Nila Utama, di Pekanbaru hanya dijaga 5 orang Satpam. Keterbatasan pengamanan itu, membuat pihak pengelola tak berani memajangkan benda-benda terbuat dari emas.

Demikian disampaikan, Kepala Musem Sang Nila Utama, Yoserizal Zein dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (13/9/2013). Menurut Yoserizal, pengamanan yang ada saat ini masih jauh dari standar. Karena yang ada hanya 5 penjaga dengan sistem bergantian siang dan malam.

"Kalau malam hari museum kami ini hanya dijaga 2 orang saja yang bergantian dengan dua lagi. Untuk siang 1 orang. Ini kondisi kita yang ada saat ini," kata Bang Yos begitu sapaan akrabnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi tersebut, menurut Bang Yos, pihaknya tidak pernah memajangkan di ruang pameran benda-benda yang terbuat dari emas. Misalkan, keris, bros dan berbagai pernak-pernik lainnya.

"Khusus benda-bedan emas itu sama sekali tidak kita pajangkan. Yang kami pajangkan hanya benda duplikatnya saja," kata mantan wartawan ini.

Di Museum Sang Nila Utama ini, kata Bang Yos, ada 4.000 jenis benda bersejarah yang harus dijaga 1x24 jam. Seluruh benda itu tentunya memiliki nilai sejarah yang amat mahal.

"Benda-benda di museum itukan yang mahal adalah sejarahnya. Tapi sayang, museum selama ini seakan tidak menjadi objek vital dalam pengamanan dari negara," kata Yos.

Terlebih lagi, lanjutnya, Pemprov Riau mengklaim tahun 2020 mendatang Bumi Lancang Kuning akan dijadikan pusat peradaban Melayu di Asia Tenggara.

"Jika ingin menjadikan pusat Budaya Melayu di Asia Tenggara, maka salah satu yang harus dijaga bukti-bukti sejarah itu adalah di museum Sang Nila Utama. Tapi faktanya, pengamanannya saja sangat rapuh," protes Bang Yos.

Tidak sebatas pengamanan saja, kondisi gedung museum juga usianya sudah lebih dari 20 tahun. Berbagai tempat pajangan di ruang pameran yang ada juga tidak pernah diganti dengan yang baru. Gudang tempat penyimpanan berbagai benda lainnya kini juga dalam kondisi bocor.

"Kita punya gudang khusus untuk menyimpan benda-benda yang tidak dipajangkan di ruang pameran. Tapi gudang itu kondisinya juga memprihatinkan karena bocor," kata Yos.

"Harus ada komitmen bersama untuk mengamankan benda/artefak yang ada di museum. Jangan setelah ada kehilangan baru kasak kusuk peduli dengan museum," kata penyair muda Riau itu.

(cha/ndr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini