"Ya kita sih tertarik asal nggak keluar duit aja," ujar Wagub Basuki T Purnama alias Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (13/9/2013).
Menurut Ahok, sistem ERP Swedia sudah bagus dan menggunakan teknologi terbaru. Teknologi terbaru yang dimaksudnya adalah yang berbiaya murah, ringkas dan cetak on board unit (OBU) nya cepat. OBU adalah perangkat transmitter yang dipasang di dalam kendaraan dan berfungsi untuk memancarkan sinyal elektronik yang akan dibaca oleh receiver yang ada di gerbang tol. Sehingga pengguna jalan tol tidak harus membuka kaca jendela dan melakukan tap kartu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok menjelaskan, nantinya Pemprov DKI Jakarta akan membuka lelang bagi perusahaan yang berminat. Perusahaan pemenang tender harus berbagi keuntungan dengan Pemprov. Nilai keuntungan tersebut diharapkan dapat digunakan untuk proyek Pemprov yang lain.
"Yang penting kamu bangunin, terus duitnya masuk ke kas. Mungkin dengan duit itu kita bisa kasih bus gratis di Jakarta," papar Ahok.
Namun sejauh ini belum ada pembicaraan mengenai nilai jual dengan Swedia. Targetnya ERP akan dilaksanakan pada tahun 2014. Menurutnya payung hukum ERP juga sudah dikeluarkan oleh Menteri Bappenas sejak bulan Juli lalu.
"Dia (Bappenas) minta kita bentuk badan layanan umum (BLU). BLU yang mentenderkan untuk beli perangkat, seperti Trans Jakarta," tuturnya.
Sementara menurut Ahok ERP yang saat ini diterapkan di ruas-ruas tol di Jakarta menggunakan sistem yang lama. Sistem tersebut menurutnya tidak efektif dan sudah kuno.
"Tol kan kadang punya kesulitan nggak terekam. Jadi mesti kita kaji. Saya sudah tugaskan akhir bulan ini mesti diputuskan seperti apa nih kira-kira bentuk waktu kita tenderkan itu," pungkasnya.
(kff/gah)










































