Empat anggota Polri tewas dalam waktu lima bulan terakhir. Mereka meninggalkan anak-anak yang masih membutuhkan pendidikan dan kasih sayang. Pemerintah pun memberikan perhatian.
"Anak-anak masih membutuhkan kasih sayang meski berat semoga diberi ketabahan, saat ini diharapkan mereka dapat melanjutkan hidup," ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh dalam sambutan pemberian santunan biaya pendidikan di Aula Sanggita, Asrama Polri, Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (13/9/2013).
"Berat memang, berat memang, berat memang, tetapi Allah pasti memiliki hikmah dan memiliki sekenario, untuk menjalani hidup selanjutnya," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu anak yang diajak dialog adalah Devina Novita, anak dari Aipda (Anumerta) Sukardi.
"Ini siapa namanya?" tanya Nuh.
"Devina Novita," jawab Devi.
"Siapa nama ayahmu nak? Nanti cita-cita kamu ingin jadi apa?" tanya Nuh.
"Anak bapak Sukardi. Nanti pengen jadi polisi," jawab Devi.
"Kenapa pengen jadi polisi? Selama hidup pelajaran apa yang diberikan sang ayah?" tanya Nuh.
"Pengen nerusin cita-cita ayah. Ayah selalu pesan supaya rajin belajar," ucap Devi dengan berlinang air mata.
"Mulia sekali, semoga cita-cita kamu tercapai, kalau pingin jadi polisi belajar yang rajin Insya Allah bisa menjadi keluarga besar Polri," semangat Nuh.
Selain Devi, Nuh juga melakukan dialog dengan Risa, putri kedua dari Aipda (Anumerta) Dwiyatna. Risa merupakan mahasiwi Diploma tiga, Sekolah Tinggi Kesehatan (Stikes) dengan jurusan kebidanan.
"Nanti dengan bidik misi ini semua biaya pendidikan kamu akan ditanggung oleh kita. Kamu sendiri kalau lulus mau jadi apa?" tuturnya.
"Saya mau menyelesaikan kuliah dulu kalau udah lulus saya pengen jadi PNS Polri," tutur Risa.
"Bagus kalau gitu, nanti kalau kamu mau, DIV, bilang ke kami biar kami urus beasiswanya. Risa sendiri ingat pesan-pesan ayah?" tanya Nuh.
"Ayah pesen supaya rajin belajar, jangan kecewakan keluarga, selama mendidik ayah selalu tegas," jawab Risa.
Secara terpisah, Kepala Biro Perawatan Staf Sumber Daya Manusia Mabes Polri, Brigjen Siswaluyo, mengatakan siap memberikan orang tua asuh bagi putra putri almarhum. Hal itu dimaksud agar ada yang bisa membimbing mereka nantinya.
"Seperti tadi pak Imam (Dir Pol Air) sendiri akan menjadi orang tua asuh dari almarhum Sukardi, dan juga pejabat yang lain juga," tandasnya.
(edo/mad)











































