"Jokowi kan awalnya dianggap lemah, badannya kurus, agak ndesani. Kelihatan sepintas lemah, tapi begitu ketemu guru yang sakti yakni Ibu Ketua Umum kan digembleng," kata politikus senior PDIP, Hendrawan Supratikno, kepada detikcom, Jumat (13/9/2013).
Kini Jokowi, menurut Hendrawan, semakin meyakinkan. Ibaratnya seorang pendekar sakti yang ilmunya semakin tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun pada akhirnya pencapresan Jokowi tetap di tangan Mega. Karena keputusan penetapan capres dan cawapres PDIP hanya satu komando di tangan Ketua Umum PDIP.
"Ada suara-suara agar PDIP mendeklarasikan calon presidennya paling tidak Januari 2014 pada saat ulang tahun partai. Tapi siapa pastinya tetap harus keputusan ketua umum," katanya.
"Tapi ketua umum tidak akan membuat keputusan yang ganjil tidak sesuai aspirasi yang berkembang," pungkasnya.
(van/try)











































