"Dengan kegiatan seperti ini kita juga telah membangun kepercayaan untuk melawan terorisme. Indonesia kuat dalam memimpin," ujar Deputy Assistant Secretary of Defense for Special Operation AS, William F Wechsler di Sentul, Jawa Barat, Jumat (13/9/2013).
Latihan gabungan ini diikuti 800 pasukan elite dari 18 negara, di antaranya negara ASEAN, China, Jepang, Australia, India, Amerika Serikat, dan Korea Selatan. William menyebut semua negara telah menyelesaikan pelatihannya dengan baik dan juga mengapresiasi pihak Indonesia selaku tuan rumah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
AS berharap negara-negara ASEAN dapat terus berkembang dalam penanggulangan terorisme. "Sehingga kita harus lebih maju dari mereka," ucapnya.
"Dilandasi rasa saling percaya antar negara. Kepercayaan harus dibangun perorangan," imbuhnya.
Latihan ini berlangsung sejak Senin (8/9) lalu.
(tfq/mad)











































