"Bisa saja terjadi unsur kesengajaaan," kata Nuh di Museum Gajah, Jumat (13/9/2013).
4 Koleksi emas peninggalan abad 10 dan 11 zaman Mataram kuno dan Majapahit raib dari lantai dua. Ditaksir benda bersejarah tinggi itu bernilai miliaran rupiah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak museum juga melakukan invetsigasi sendiri. Selain itu juga Nuh menegaskan, di setiap display atau vitrin, ada sensornya. Tapi mengapa saat pencuri beraksi, tak ada alarm yang menyala?
"Saya sebagai orang elektro mengatakan, sangat mudah menghancurkan sistem ini. Caranya dengan mengganggu frekuensi. Jadi kalau alatnya nggak canggih bisa dirusak sama alat elektronik lainnya," tutupnya.
(rvk/ndr)











































