Pantauan detikcom di lokasi, Rabu (11/9) sekitar pukul 17.47 WIB, terlihat sejumlah pedagang yang masih menjajakan barang daganganya. Bahkan pedagang yang sepakat untuk tidak berjualan di pinggir jalan Basuki Rahmat, Jatinegara tampak memadati area trotoar yang seharusnya diperuntukkan bagi pejalan kaki. Lokasi tersebut pun tidak dijaga oleh petugas Satpol PP maupun Dishub. Alhasil, arus lalu lintas kembali macet karena ramainya pedagang gelar lapak dagangan.
Salah seorang pedagang mainan bernama Soni (60) mengaku dirinya sengaja menggelar kembali lapaknya di atas trotoar karena tidak ada petugas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai kepala keluarga, dirinya harus menghidupi kelima anaknya. Soni sediri mengaku tidak mau direlokasi, meski pemprov telah memberikan fasilitas kios gratis selama enam bulan di PD Pasar Jaya.
"Di sana sepi, mending di sini ramai. Belum lagi, setelah enam bulan bayar, kalau di sini kan tidak bayar," tukasnya.
Lain halnya dengan Hendrik (39), dirinya merupakan pedagang mainan yang memiliki kios. Namun demi mencari untung banyak, ia mengambil lahan trotoar untuk menggelar lapaknya.
"Inikan kios saya, toh di sini juga pejalan kaki nggak banyak lewat seperti di Cililitan, jadi nggak bakal ganggu donk," kata Hendrik.
Hendrik mengaku saat penertiban oleh Satpol PP beberapa hari lalu, pihak kecamatan Jatinegara telah memperingati agar tidak menggelar lapak di atas trotoar.
"Barang dagangan ini kan harus dipajang, supaya nggak cepat rusak kita pakai terpal dulu saja, dari pada kita pasang kanopi dibongkar lagi," tandasnya.
Pagi tadi, Jalan Basuki Rachmat dipenuhi ratusan Satpol PP. Mereka membongkar lapak-lapak di Pasar Gembrong yang didirikan di trotoar jalan yang terletak di Jakarta Timur tersebut.
Camat Jatinegara Sofyan Taher mengatakan jika kelak ada pedagang yang membuka lapak lagi di lokasi ini, Syofian mengancam akan memidanakan mereka. Tidak boleh ada lagi pejalan kaki yang terpaksa mengalah.
"Nanti sifatnya tipiring (tindak pidana ringan-red). Kita tetap akan menjaga ini sampai benar-benar steril. Sampai tidak ada lagi yang berdagang," tuturnya.
(edo/rmd)











































