Bentrok di Donggala, 2 Polisi Dibacok, 2 Warga Tewas Ditembak

Bentrok di Donggala, 2 Polisi Dibacok, 2 Warga Tewas Ditembak

- detikNews
Rabu, 03 Nov 2004 17:58 WIB
Palu - Bentrok antaretnis kembali terjadi di desa Sidondo, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng). Bentrokan antara suku Kaile (suku asli) dan suku Bugis (pendatang) ini mengakibatkan dua polisi mengalami luka bacok dan dua warga tewas ditembak polisi. Bentrokan itu pecah sekitar pukul 14.00 WITA, Rabu (3/11/2004). Bentrokan ini dipicu oleh kejadian tiga hari sebelumnya, ketika salah seorang warga, Supri, diduga disembunyikan, setelah dibunuh di sebuah kebun kakao di desa itu. Supri, warga bersuku Kaile. Dia diduga dibunuh oleh warga yang bersuku Bugis, karena dituding mencuri kakao milik orang Bugis. Sampai sekarang, jasad Supri belum ditemukan. Masih misterius. Sebelum timbul bentrokan, massa antara dua suku ini sudah berhadap-hadapan sekitar pukul 12.00 WITA di suatu jalan di Desa Sidondo. Untuk mengatasi bentrokan, sejumlah aparat kepolisian dari Polres Donggala, Polda Sulteng, dan Polsek Biromaru datang ke lokasi. Aparat kemudian memposisikan di tengah-tengah kedua massa yang saling berhadapan itu. Dengan adanya personel polisi, kedua massa tetap bertahan dan saling berdiam. Nah, sekitar pukul 14.00 WITA, sejumlah personel polisi akan meninggalkan kedua massa itu untuk menghadiri apel di Polda Sulteng. Saat akan bergerak meninggalkan lokasi, tiba-tiba sekelompok massa menyerang polisi. Akibatnya, dua orang polisi mengalami luka bacokan dan pukulan. Keduanya adalah Bripda Muslimin dan Bripda Sunarto. Polisi lainnya menyelamatkan diri. Akhirnya, aparat bantuan dari Polres Donggala didatangkan. Dikirimkanlah satu peleton Dalmas dari Polres Donggala dikerahkan untuk mengejar pelaku. Sebenarnya, ada empat pelaku penyerangan yang sudah diidentifikasi polisi. Namun, saat mengejar, pelaku hanya menemukan dua orang. Nah, karena dua orang ini lari, maka polisi kemudian menembaknya. Dua warga itu pun tewas. Seorang bernama Asdar (30) dan seorang lainnya belum berhasil diidentifikasi. Menurut penuturan sejumlah saksi, saat dikejar polisi, Asdar tampak membawa panah Ambon. Asdar juga tampak menari-nari memanas-manasi polisi. Kedua jenazah warga ini kini sudah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sulteng, Jl Arif Rahman Hakim, Palu. Asdar mengalami dua luka tembak di bagian rusuk sebelah kiri. Sementara satu korban lagi mengalami luka tembak di bagian dada sebelah kanan. Sampai berita ini diturunkan, 1 SSK aparat kepolisian masih disiagakan di lokasi. Sementara massa sudah membubarkan diri. Wakapolresta Palu Kompol Hermansyah terlihat di antara pasukan Dalmas yang berjaga-jaga di lokasi. Namun, Wakapolresta belum bernai memberikan keterangan resmi. Menurut dia, belum, ada perintah dari Kapolres Donggala AKBP Sismantoro untuk memberikan keterangan kepada wartawan. Kapolda Sulteng Brigjen Aryanto Sutadi juga sudah berkunjung ke lokasi. (asy/)


Berita Terkait