JK Ajak Wisatawan Nikmati Indahnya Alam di Labuan Bajo

JK Ajak Wisatawan Nikmati Indahnya Alam di Labuan Bajo

Gagah Wijoseno - detikNews
Rabu, 11 Sep 2013 15:58 WIB
JK Ajak Wisatawan Nikmati Indahnya Alam di Labuan Bajo
Jakarta - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla mengajak wisatawan dalam dan luar negeri berkunjung ke Labuan Bajo, NTT. Labuan Bajo memang menjadi pintu masuk ke Pulau Komodo.

JK berharap wisatawan tinggal selama beberapa hari untuk menikmati alam dan budaya masyarakat Labuan Bajo. Tentu, untuk masyarakat setempat, JK berharap penguasaan bahasa Indonesia yang baik dan bahasa Inggris menjadi kemutlakan. Keramahtamahan dan profesionalitas juga dibutuhkan untuk menyambut wisawatan.

"Kita semua berusaha untuk daerah Bali, Lombok, hingga Desa Komodo menjadi daerah wisata. Jadi untuk wisata pertama harus teratur, disiplin, dan bersih,” kata JK dalam siaran pers, Rabu (11/9/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

JK yang juga Duta Komodo ini juga mendorong masyarakat Labuan Bajo untuk meningkatkan perekonomian dengan menjual produk-produk asli daerah. Kekayaan kuliner Labuan Bajo harus disajikan menarik dan berdaya jual. Rumah-rumah warga desa dapat digunakan sebagai homestay bagi wisatawan yang ingin live in.

"Perubahan pola hidup dari yang biasa hidup tertutup menjadi terbuka, itu tantangan paling besar di daerah wisata," tuturnya.

Pemerintah juga akan ikut terdorong untuk mempromosikan produk potensial daerah. Kementerian perdagangan akan menampilkan sejumlah produk pada Komodo Expo 2013 yang digelar 11-15 September 2013 di Kampung Ujung, Labuan Bajo.

"Pameran ini menjadi ajang promosi yang efektif untuk mengenalkan beragam produk daerah kepada para buyer internasional maupun investor yang datang ke acara Sail Komodo," jelas Direktur Pengembangan Promosi dan Citra Ditjen PEN Kementerian Perdagangan, Pradnyawati dalam keterangan yang sama.

Produk yang ditampilkan di paviliun Kementerian Perdagangan antara lain tenun ikat, bumbu instan, bordir Perada Jumputan, bola dan peralatan olah raga, perawatan tubuh, kendang jimbe, kluntungan, marakas, aksesoris senapan, tas senapan, sepatu, sandal, dompet, kacang mete, jagung, tripang, terung, tas, jaket, jaket kulit, aksesories kulit, batik Blandaongan, tas anyaman pisang, perhiasan dan fesyen lainnya.

"Mata dunia tengah tertuju pada Sail Komodo 2013. Diharapkan banyak pihak dapat melihat potensi kekayaan alam dan keanekaragaman produk yang dimiliki Indonesia, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan permintaan ekspor Indonesia," tegas Pradnyawati.

(gah/ndr)


Berita Terkait