JK berharap wisatawan tinggal selama beberapa hari untuk menikmati alam dan budaya masyarakat Labuan Bajo. Tentu, untuk masyarakat setempat, JK berharap penguasaan bahasa Indonesia yang baik dan bahasa Inggris menjadi kemutlakan. Keramahtamahan dan profesionalitas juga dibutuhkan untuk menyambut wisawatan.
"Kita semua berusaha untuk daerah Bali, Lombok, hingga Desa Komodo menjadi daerah wisata. Jadi untuk wisata pertama harus teratur, disiplin, dan bersih,” kata JK dalam siaran pers, Rabu (11/9/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perubahan pola hidup dari yang biasa hidup tertutup menjadi terbuka, itu tantangan paling besar di daerah wisata," tuturnya.
Pemerintah juga akan ikut terdorong untuk mempromosikan produk potensial daerah. Kementerian perdagangan akan menampilkan sejumlah produk pada Komodo Expo 2013 yang digelar 11-15 September 2013 di Kampung Ujung, Labuan Bajo.
"Pameran ini menjadi ajang promosi yang efektif untuk mengenalkan beragam produk daerah kepada para buyer internasional maupun investor yang datang ke acara Sail Komodo," jelas Direktur Pengembangan Promosi dan Citra Ditjen PEN Kementerian Perdagangan, Pradnyawati dalam keterangan yang sama.
Produk yang ditampilkan di paviliun Kementerian Perdagangan antara lain tenun ikat, bumbu instan, bordir Perada Jumputan, bola dan peralatan olah raga, perawatan tubuh, kendang jimbe, kluntungan, marakas, aksesoris senapan, tas senapan, sepatu, sandal, dompet, kacang mete, jagung, tripang, terung, tas, jaket, jaket kulit, aksesories kulit, batik Blandaongan, tas anyaman pisang, perhiasan dan fesyen lainnya.
"Mata dunia tengah tertuju pada Sail Komodo 2013. Diharapkan banyak pihak dapat melihat potensi kekayaan alam dan keanekaragaman produk yang dimiliki Indonesia, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan permintaan ekspor Indonesia," tegas Pradnyawati.
(gah/ndr)










































